ANALISIS POLA SPASIAL KEBAKARAN LAHAN DI KABUPATEN PULANG PISAU TAHUN 2001-2019

Frederik Samuel Papilaya

Abstract


Forest and land fires have become a problem for the Republic of Indonesia in the last few decades. Statistically based on MODIS data for 19 years from 2001 to 2019, Central Kalimantan is the province with the most number of fires totaling 255,334 fire spot or 18% of fire occurance from 34 provinces in Indonesia. This study will look at spatial patterns and spatial correlations of forest and land fires in Pulang Pisau District from 2001 to 2019. Spatial patterns of hotspots were analyzed using a statistical Getis-Ord (Gi *) analysis, the relationship between hotspots was analyzed using Spatial Autocorrelation Moran's I (Index). The results of the hotspot analysis show the high significance of the hotspots that occurred in the subdistricts of Sebangau Kuala, Kahayan Kuala, Kahayan Hilir and Jabiren. The result of spatial autocorrelation of hotspots from 2001-2019 (except in 2010) is that hotspots pattern are clustered. Based on the findings it can be concluded statistically that 99% of the likelihood of a group fire event occurred intentionally. This hotspot incident that arose intentionally can be a clue for the Local Government to be able to better engage the community to prevent and overcome the hotspot by providing coaching and training

Keywords: Pola Spasial, Hotspot, Spatial Autocorrelation, Pulang Pisau

 

Kebakaran hutan dan lahan telah menjadi masalah bagi Republik Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Secara statistik berdasarkan data MODIS selama 19 tahun mulai dari tahun 2001 sampai 2019, Kalimantan Tengah merupakan provinsi yang paling banyak memiliki titik api sejumlah 255.334 titik atau sebesar 18% kejadian kebakaran hutan dan lahan dari 34 provinsi di Indonesia. Penelitian ini akan melihat pola spasial dan korelasi spasial kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2001 sampai 2019. Pola spasial hotspot dianalisa dengan menggunakan analisis Getis-Ord (Gi*) statistic, hubungan antar titik api dianalisa dengan menggunakan Spatial Autocorrelation Moran’s I (Index). Hasil analisis hotspot menunjukan signifikasi tinggi hotspot yang terjadi pada kecamatan Sebangau Kuala, Kahayan Kuala, Kahayan Hilir dan Jabiren. Hasil spatial autocorrelation kejadian titik api dari tahun 2001-2019 (kecuali tahun 2010) adalah titik api memiliki pola yang merupakan berkelompok (clustered). Berdasarkan temuan bisa disimpulkan secara statistik bahwa 99% kemungkinan kejadian titik api yang berkelompok tersebut terjadi secara disengaja. Kejadian titik api yang muncul secara disengaja ini dapat menjadi petunjuk bagi Pemerintah Daerah untuk dapat lebih mengajak masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi titik api dengan memberikan pembinaan dan pelatihan.

Kata Kunci: Pola Spasial, Hotspot, Spatial Autocorrelation, Pulang Pisau


Full Text:

PDF

References


Costafreda-Aumedes, S., Comas, C., & Vega-Garcia, C. (2016). Spatio-temporal configurations of human-caused fires in spain through point patterns. Forests, 7(9), 1–15. https://doi.org/10.3390/f7090185

Giglio, L. (2018). MODIS Collection 4 Active Fire Product User’s Guide. In NASA (Vol. 1, Issue December).

Giglio, L., Schroeder, W., & Justice, C. O. (2016). The collection 6 MODIS active fire detection algorithm and fire products. Remote Sensing of Environment, 178, 31–41. https://doi.org/10.1016/j.rse.2016.02.054

Griffith, D. a. (2003). Spatial Autocorrelation and Spatial Filtering: Gaining Understanding Through Theory and Scientific Visualization. https://doi.org/10.1007/978-3-540-24806-4

Lapan. (2016). Informasi Titik Panas ( Hotspot ) Kebakaran Hutan / Lahan. ISBN 978-6. http://pusfatja.lapan.go.id/files_uploads_ebook/publikasi/Panduan_hotspot_2016 versi draft 1_LAPAN.pd

Najafabadi, A. T. P., Gorgani, F., & Najafabadi, M. O. (2015). Modeling forest fires in Mazandaran Province, Iran. Journal of Forestry Research, 26(4), 851–858. https://doi.org/10.1007/s11676-015-0107-z

Nugroho, S. P. (2019). BNPB: Penyebab kebakaran hutan dan lahan 99% karena ulah manusia. BNPB. https://nasional.kontan.co.id/news/bnpb-penyebab-kebakaran-hutan-dan-lahan-99-karena-ulah-manusia

Ord, J. K., & Getis, A. (1992). The Analysis of Spatial Association. Geographical Analysis, 24(3), 189–206. https://doi.org/10.1111/j.1538-4632.1992.tb00261.x

Oyana, T. J., & Margai, F. (2015). Spatial Analysis: Statistics, Visualization, and Computational Methods. CRC Press.

Sabani, W., Rahmadewi, D. P., Rahmi, K. I. N., Priyatna, M., & Kurniawan, E. (2019). Utilization of MODIS data to analyze the forest/land fires frequency and distribution (case study : Central Kalimantan Province). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 243(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/243/1/012032

Sawerah, S., Muljono, P., & Tjitropranoto, P. (2016). Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Penyuluhan, 12(1), 89–102.




DOI: https://doi.org/10.24114/tgeo.v9i1.17365

Article Metrics

Abstract view : 73 times
PDF - 48 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.