ANALISIS SPASIAL TERHADAP PERSEBARAN FASILITAS SEKUNDER PARIWISATA DI KOTA MEDAN

Immanuel Sihombing, Ali Nurman

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pola persebaran objek wisata di Kota Medan (2) Pola persebaran hotel berbinang, (3) Pola persebaran hotel melati (4) kesesuaian pola persebaran objek wisata dengan pola persebaran hotel berbintang dan (5) Kesesuaian pola persebaran objek wisata dengan pola persebaran hotel melati di Kota Medan. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Medan tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh objek wisata (20 objek wisata), hotel berbintang (48 hotel) dan hotel melati (25 hotel). Mengingat data yang diperlukan adalah data persebaran maka populasi dijadikan sekaligus sebagai sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni teknik studi dokumenter dan pengukuran, data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Pola persebaran objek wisata di Kota Medan tergolong mengelompok, terutama disebabkan objek wisata menarik bagi wisatawan dan bernilai untuk dikunjungi hal ini ditunjukkan nilai T yang diperoleh adalah 0,15 sehingga menarik bagi wisatawan dan dapat melayani kebutuhan wisatawan di objek wisata, (2) Pola persebaran hotel berbintang termasuk mengelompok, ini disebabkan jarak hotel berbintang relatif dekat dengan objek wisata keadaan itu dibuktikan nilai T yang diperoleh yakni 0,18 menyebabkan dapat melayani kebutuhan wisatawan yang beranekaragam di hotel berbintang, (3) Pola persebaran hotel melati tergolong pola persebaran yang semakin mengelompok, kondisi ini ditunjukkan nilai T yang diperoleh yakni 0,09 menyebabkan kebutuhan pengunjung dapat terlayani di hotel melati, (4) Pola persebaran objek wisata memiliki kesesuaian dengan pola persebaan hotel berbintang. Dengan adanya kesesuaian kedua pola ini dapat memberikan pelayanan kebutuhan wisatawan di objek wisata dan pelayanan wisatawan yang beranekaragam di hotel berbintang yang pada gilirannya mendukung perkembangan fasilitas sekunder pariwisata. (5) Pola persebaran objek wisata memiliki kesesuaian dengan pola persebaran hotel melati. Adanya kesesuaian kedua pola tersebut, dapat melayani kebutuhan wisatawan di objek wisata sekaligus di hotel melati yang pada akhirnya dapat mendukung perkembangan pariwisata khususnya perkembangan pelayanan fasilitas sekunder pariwisata di Kota Medan.

Kata kunci : sebaran, spasial, fasilitas, pariwisata, hotel


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24114/tgeo.v6i1.8347

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.