Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMPN 2 Sungai Penuh Pada Materi Kesebangunan

Authors

  • Nayla Qanita Utari Kerinci State Islamic Institute image/svg+xml
  • Eline Yanty Putri Nasution

DOI:

https://doi.org/10.24114/n509q057

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, terutama pada materi kesebangunan yang menuntut pemahaman konsep serta kemampuan menggunakan perbandingan dalam menyelesaikan masalah. Namun, kemampuan tersebut masih menjadi tantangan bagi siswa karena melibatkan tahapan berpikir yang kompleks, mulai dari memahami masalah, merencanakan strategi, melaksanakan penyelesaian, hingga memeriksa kembali hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Kota Sungai Penuh pada materi kesebangunan berdasarkan indikator Wankat dan Oreovocz. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 20 siswa. Data dikumpulkan melalui tes tertulis yang terdiri atas empat butir soal pemecahan masalah, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui persentase ketercapaian setiap indikator, yaitu memahami masalah (understand the problem), merencanakan penyelesaian (devise a plan), melaksanakan rencana (carry out the plan), dan memeriksa kembali hasil (looking back). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator memahami masalah memperoleh persentase 45% (kategori sedang), merencanakan penyelesaian 100% (kategori sangat tinggi), melaksanakan rencana 55% (kategori sedang), dan memeriksa kembali hasil 25% (kategori rendah). Temuan ini menunjukkan bahwa siswa telah mampu menentukan strategi penyelesaian dengan sangat baik, namun masih mengalami kesulitan dalam memahami masalah secara mendalam, melaksanakan prosedur secara sistematis, serta melakukan evaluasi terhadap hasil akhir. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran profil kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menunjukkan ketidakseimbangan antarindikator, sehingga dapat menjadi dasar bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.

References

Published

2026-06-29