The Role of Guidance and Counseling Teachers in Addressing Pornography Issues among Students

Authors

  • Devi Eka Yulita br Tarigan Universitas Medan Area
  • Risydah Fadilah Universitas Medan Area
  • Khairunnisa Situmorang Universitas Medan Area

DOI:

https://doi.org/10.24114/altruistik.v3i1.69912

Keywords:

Guidance and Counseling, Pornography, Psychoeducation, Parental Cooperation, Adolescent Behavior

Abstract

The phenomenon of pornography exposure among junior and senior high school students has become an increasingly serious concern in the educational context. This study aims to examine the role of guidance and counseling (BK) teachers in addressing and mitigating pornography-related problems in schools. A quantitative descriptive approach was employed in this research. The study involved five guidance and counseling teachers selected purposively from various educational levels in Medan City, including junior high school (SMP), Islamic junior high school (MTs), senior high school (SMA), Islamic senior high school (MA), and vocational high school (SMK). The findings indicate that BK teachers employ diverse counseling techniques, with individual counseling being the most commonly used method. The preventive and remedial efforts undertaken by BK teachers include conducting psychoeducational programs, engaging in parent-teacher collaboration, and establishing partnerships with relevant stakeholders. However, the study also highlights several challenges, particularly the lack of parental supervision and cooperation, which hinders the effectiveness of counseling interventions. These results emphasize the need for strengthening family-school collaboration and developing comprehensive strategies for preventing pornography exposure among adolescents in educational settings.

Author Biographies

Devi Eka Yulita br Tarigan, Universitas Medan Area

Magister Psikologi

Risydah Fadilah, Universitas Medan Area

Magister Psikologi

Khairunnisa Situmorang, Universitas Medan Area

Magister Psikologi

References

Abdullah, E. S. P. S. (2019). Self-control untuk mengurangi perilaku menonton film dewasa di internet. PROCEDIA: Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 7(2), 55–64.

Akbar, H. U., & Setiady, P. (2011). Metodologi penelitian sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Aryansyah, R. (2022). Peran guru bimbingan konseling mengatasi kebiasaan menonton video porno pada siswa (Studi kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Pekanbaru) [Undergraduate thesis, UIN Sultan Syarif Kasim Riau].

Bechtryanto, I., Pardiman, & Basalamah, R. (2021). Peran keluarga dalam mencegah pornografi terhadap anak di Dusun Pesisir Desa Prenduan Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Jurnal Reflektika, 13(1), 96–126.

Bhakti, C. P., & Rahman, F. A. (2017). Implementasi tarbiyah project berbasis peer counseling: Alternatif solusi perilaku candu pornografi. Prosiding Seminar Bimbingan dan Konseling, 1(1), 104–114.* https://core.ac.uk/download/pdf/267023643.pdf

Brahmani, I. A., Laksmi, I. G. P., & Jayanti, D. M. (2023). Literature review: Peran orang tua dalam mencegah bahaya pornografi pada remaja Indonesia. Health Science Journal, 6(2), 773–783.* http://search.proquest.com.ezproxy.lib.monash.edu.au/docview/1030135729/fulltextPDF/763E5B2597E84AB8PQ/1?accountid=12528

Dewi, H. U. (2020). Konseling konvergensi dapat mengurangi efek pornografi saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19. Madaris: Jurnal Guru Inovatif, 2(1), 1–15.

Diniaty, A. (2008). Evaluasi dalam bimbingan dan konseling. Pekanbaru: Suska Press.

Haidar, G., & Apsari, N. C. (2020). Pornografi pada kalangan remaja beserta dampaknya. Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 136–142.* https://jurnal.unpad.ac.id/prosiding/article/view/27452/pdf

Hayati, F. (2020). Peran guru bimbingan dan konseling dalam pendampingan. Jurnal Psiko-Edukasi, 18(1), 73–83.

Hidayat, A. A. (2006). Pengantar kebutuhan dasar manusia: Aplikasi konsep dan proses keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Jurumiah, A. H., & Saruji, H. (2020). Sekolah sebagai instrumen konstruksi sosial di masyarakat (School as a social construction instrument in the community). Istiqra’: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 7(2), 1–9.

Kartika. (2017). Perilaku menyimpang di kalangan siswa (Studi di Sekolah Dasar Negeri 31 Sepakat II Kecamatan Pontianak Tenggara). Sosiologique, 5(1), 1–15.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2012). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Noorca, D. (2021, November 30). Lebih dari 60 persen anak mengakses konten pornografi melalui media online. Suarasurabaya.net.

Novita, E. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan menonton film porno pada remaja. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 4(1), 31–44.

Poerwandari, E. K. (1988). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Jakarta: Perfecta, LPSP3 UI.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Rahman, R. A. (2023, September 17). Kominfo tangani 3,7 juta konten negatif hingga 17 September 2023. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Ramdhani, M. S., Amin, N., & Asfari, B. (2022). Pornografi pada remaja: Faktor penyebab dan dampaknya. Jurnal Flourishing, 2(8), 553–558. https://doi.org/10.17977/10.17977/

Santoso, M. S., & Nurjannah, N. (2022). Pengentasan pornografi di SMPIT Al-Furqon. Jurnal Bimbingan Konseling, 2(1), 45–54.* https://jurnal.stkipmb.ac.id/index.php/jubikops/article/view/165

Saputro, K. Z. (2018). Memahami ciri dan tugas perkembangan masa remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17(1), 25–36. https://doi.org/10.14421/aplikasia.v17i1.1362

Sari, Y. (2018). Peningkatan kerjasama di sekolah dasar. Jurnal Administrasi Pendidikan, 1(1), 307–461.* http://ejournal.unp.ac.id/

Suhertina. (2000). Perencanaan dan penyusunan program bimbingan konseling di sekolah. Pekanbaru: Fakultas Tarbiyah IAIN SUSQA.

Suhertina. (2014). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Pekanbaru: Mutiara Pesisir Sumatra.

Sugiyono. (2012). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukardi, D. K. (2000). Pengantar pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Yestiani, D. K., & Zahwa, N. (2020). Peran guru dalam pembelajaran pada siswa sekolah dasar. Fondatia, 4(1), 41–47. https://doi.org/10.36088/fondatia.v4i1.515

Downloads

Published

30-06-2023

How to Cite

Tarigan, D. E. Y. br, Fadilah, R., & Situmorang, K. (2023). The Role of Guidance and Counseling Teachers in Addressing Pornography Issues among Students. Altruistik : Jurnal Konseling Dan Psikologi Pendidikan, 3(1), 44–55. https://doi.org/10.24114/altruistik.v3i1.69912