Early Marriage Readiness: An Analysis of Determinant Factors and Their Implications
DOI:
https://doi.org/10.24114/altruistik.v4i1.70042Keywords:
Marital Readiness, Young Adulthood, Psychological Maturity, Well-Being, Marital RelationshipAbstract
This study aims to describe the implementation of career guidance in enhancing pre-employment mental readiness among orphans at the Muhammadiyah Boys’ Orphanage, Medan Branch. The research employed a qualitative descriptive approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving caregivers, career mentors, and active foster participants in the program. The findings revealed that Islamic value–integrated career guidance significantly improved self-confidence, independence, and mental preparedness for work transition. Three key themes emerged: (1) implementation of Islamic character-based career programs, (2) enhancement of mental readiness and career orientation, and (3) mentoring strategies to overcome emotional and social challenges among orphans. These results highlight the importance of a holistic, spirituality-based approach in expanding both theoretical understanding and practical applications of Islamic career counseling within faith-based social institutions.References
Ansar, W., Djalal, N. M., Nurdin, N. H., Ananda, M. P., Jufri, M. T. A., & Widiyono, N. N. M. A. S. G. (2023). Edukasi kematangan sosial emosi dalam memilih pasangan pada masa dewasa awal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(10), 2319–2324. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i10.509
Bangngu, H. E. M. (2019). Komunikasi interpersonal dan kepuasan pernikahan pada individu dewasa awal. Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran 2019, 170–177.
Dewi, N. R., & Sudhana, H. (2013). Hubungan antara komunikasi interpersonal pasutri dengan keharmonisan dalam pernikahan. Jurnal Psikologi Udayana, 1(1), 22–31.
Duvall, E. M., & Miller, B. C. (1985). Marriage and family development (9th ed.). Harper and Row Publishers.
Fitriani, D. A., & Handayani, A. (2019). Hubungan antara kematangan emosi dan religiusitas dengan kesiapan menikah pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Konferensi Ilmiah Mahasiswa Unissula (KIMU) 2, 285–294.
Fitriyani, R. (2021). Kematangan emosi dengan penyesuaian perkawinan pada dewasa awal. Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(2), 278–285. https://doi.org/10.30872/psikoborneo
Goleman, D. (1997). Kecerdasan emosional (Terj.). PT Gramedia Pustaka Utama. (Karya asli diterbitkan 1995).
Hakim, S. A., & Masfufah, U. (2023). Problematika kesiapan pernikahan individu dewasa awal. Jurnal Flourishing, 3(8), 345–351. https://doi.org/10.17977/um070v3i82023p345-351
Khairani, R., & Putri, D. E. (2008). Kematangan emosi pada pria dan wanita yang menikah muda. Jurnal Psikologi, 1(2), 136–139.
Lybertha, D. P., & Desiningrum, D. R. (2016). Kematangan emosi dan persepsi terhadap pernikahan pada dewasa awal: Studi korelasi pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Jurnal Empati, 5(1), 148–152. https://doi.org/10.14710/empati.2016.15094
Mawaddah, S., Safrina, L., Mawarpuri, M., & Faradina, S. (2019). Perbedaan kesiapan menikah pada dewasa awal ditinjau dari jenis kelamin di Banda Aceh. Jurnal Empati, 8(1), 320–328. https://doi.org/10.14710/empati.2019.23649
Nurhikmah, N., Wahyuningsih, H., & Kusumaningrum, F. A. (2018). Kepuasan pernikahan dan kematangan emosi pada suami dengan istri bekerja. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 23(1), 52–60. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol23.iss1.art5
Papalia, D. E., & Olds, S. W. (1995). Human development (5th ed.). McGraw Hill.
Pinaima, R., & Sumintardja, E. N. (2016). Peran solution-focused premarital counseling terhadap kesiapan menikah pasangan individu dewasa muda. Jurnal Ilmiah Psikologi MANASA, 5(2), 90–102.
Putri, J. E., & Taufik. (2017). Kematangan emosi pasangan yang menikah di usia muda. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 2(2), 1–10. https://doi.org/10.29210/3003214000
Retiara, G. S., Khairani, M., & Yulandari, N. (2016). Asertivitas dan penyesuaian perkawinan pada dewasa awal di Aceh Tengah. Jurnal Psikogenesis, 4(2). https://doi.org/10.24854/jps.v4i2.347
Rini, Q. K., & Retnaningsih. (2008). Keterbukaan diri dan kepuasan perkawinan pada pria dewasa awal. Jurnal Psikologi, 1(2), 152–157.
Saraswati, H., & Sugiasih, I. (2020). Hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri pada pasangan yang menikah di usia muda. PSISULA: Prosiding Berkala Psikologi, 2, 63–73. https://doi.org/10.30659/psisula.v2i0.13067
Sari, F., & Sunarti, E. (2013). Kesiapan menikah pada dewasa muda dan pengaruhnya terhadap usia menikah. Jurnal Ilmiah Keluarga & Konsumen, 6(3), 143–153. https://doi.org/10.24156/jikk.2013.6.3.143
Siswandari, A. E., & Astrella, N. B. (2023). Pengaruh kematangan emosi terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal. Afeksi: Jurnal Psikologi, Filsafat, dan Saintek, 2(4), 11–16. https://doi.org/10.572349/afeksi.v2i2.961
Tarigan, N., & Afdal, A. (2022). Kematangan emosi, dukungan sosial, dan penyesuaian diri pasangan muda pada awal pernikahan. Jurnal KOPASTA, 9(2), 102–111. https://doi.org/10.33373/kop.v9i2.4604
Thalib, S. (1986). Hukum kekeluargaan Indonesia: Berlaku bagi umat Islam. Penerbit Universitas Indonesia.
Widyawati, S., Asih, M. K., & Utami, R. R. (2022). Kesiapan menikah dan kesiapan menjadi orang tua pada individu dewasa awal. Jurnal Psikologi, 15(2), 377–386. https://doi.org/10.35760/psi.2022.v15i2.6057
Wulan, D. K., & Chotimah, K. (2017). Peran regulasi emosi dalam kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri usia dewasa awal. Jurnal Ecopsy, 4(1), 58–63. https://doi.org/10.20527/ecopsy.v4i1.3417
Yunita, M. M. (2019). Hubungan psychological capital dengan kebahagiaan pada wanita dewasa awal yang mengalami konflik peran ganda. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 8(1), 29–36.
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Novita Aidil Fitri, Rany Rahma Wahyuningsih, Ummi Karlina, Erinda Yustitia Tri Putri, Alrefi Alrefi, Minarsi Minarsi, Akbari Akbari, Parida Emilia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors published in this journal agree to the following terms:
- The copyright of each article is retained by the author (s).
- The author grants the journal the first publication rights with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution License, allowing others to share the work with an acknowledgment of authorship and the initial publication in this journal.
- Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution of published journal versions of the work (for example, posting them to institutional repositories or publishing them in a book), with acknowledgment of their initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (For example in the Institutional Repository or on their website) before and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger citations of published work.
- Articles and all related material published are distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All writing in this journal is the sole responsibility of the author. Altruistik provides open access to anyone so that the information and findings in these articles are useful for everyone. Altruistik can be accessed and downloaded for free, free of charge, following the creative commons license.
License
ALTRUISTIK : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







