Konversi Cerita Ramayana ke Hikayat Sri Rama dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra di SMA

Authors

  • Giovannesandesv Hendri Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Riau
  • Elmustian Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Riau

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian intertekstual yang menelaah proses konversi sastra dari Cerita Ramayana ke Hikayat Sri Rama serta relevansinya sebagai bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Berorientasi pada teori Intertekstual, teori konversi, teori struktural, teori relevansi, dan teori apresiasi sastra, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi perubahan nilai, tokoh, dan alur pada kedua teks. Hasil analisis menunjukkan bahwa Hikayat Sri Rama merupakan hasil adaptasi budaya Melayu yang memodifikasi struktur dan nilai Ramayana agar sesuai dengan tradisi penceritaan lokal. Perubahan nilai tampak melalui pergeseran dari heroisme kosmis menuju moralitas etis dan didaktik, sedangkan konversi tokoh dilakukan melalui penyederhanaan karakter untuk memperkuat pesan-pesan budaya Melayu. Alur dalam Hikayat Sri Rama juga mengalami pemadatan sehingga lebih linear, langsung, dan sesuai dengan konvensi hikayat yang menekankan kepraktisan cerita. Selain itu, hasil penelitian menegaskan bahwa kedua teks memiliki relevansi pedagogis yang kuat sebagai bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Perbandingan keduanya mampu mengembangkan kompetensi intertekstual, pemahaman lintas budaya, kemampuan analisis struktural, serta penguatan pendidikan karakter siswa. Kata Kunci: Konversi, Intertekstual, Cerita Ramayana, Hikayat Sri Rama, Apresiasi Sastra.

References

Anggraini, D., Shafira, GS, & Lestari, FR (2021). Kajian intertekstual dalam sastra bandingan: Cerita Rakyat Oedipus dan Cerita Rakyat Sangkuriang. Aksis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia , 5 (2), 355-365.

Arps, B. (2019). Intertextuality and cultural adaptation in classical Southeast Asian literature. Journal of Literary Studies, 35(4), 512–529. https://doi.org/10.1080/02564718.2019.1677601

Aveling, H. (2020). Translation: Hikayat Seri Rama: The Malay Ramyana. Writers Workshop.

Braginsky, V. I. (2022). The heritage of traditional Malay literature: A historical survey of genres, writings and literary views (Vol. 214). Brill.

Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian sastra. Media Pressindo.

Ghosn, I. (2002). Four good reasons to use literature in primary school ELT. ELT Journal, 56(2), 172–179. https://doi.org/10.1093/elt/56.2.172

Hassan, N. (2020). Transformation of epic narratives in Malay manuscripts: A structural and cultural analysis. Malay Literature, 33(2), 145–168.

Hapsin, A. (2022). Walisongo dan Gagasan Strategi Kasar dalam Melawan Radikalisme di Indonesia. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan , 30 (2).

Kristeva, J. (1980). Desire in language: A semiotic approach to literature and art (T. Gora, A. Jardine, & L. S. Roudiez, Trans.). Columbia University Press.

Minderop, A. (2016). Psikologi sastra: Teori dan contoh kasus. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Nurgiyantoro, B. (2018). Pengkajian fiksi. Gadjah Mada University Press.

Rahim, S. (2021). Teaching classical texts in modern classrooms: Challenges and opportunities. International Journal of Literature and Arts, 9(1), 22–35. https://doi.org/10.11648/j.ijla.20210901.13

Rahmanto, B. (1988). Pengajaran sastra. Kanisius.

Riffaterre, M. (1990). Fictional truth. Johns Hopkins University Press.

Rosenblatt, L. M. (2014). The reader, the text, the poem: The transactional theory of the literary work. Southern Illinois University Press. (Edisi asli diterbitkan tahun 1978).

Sari, D. M. (2022). Intertextual analysis of Southeast Asian adaptations of Ramayana. Humaniora, 34(3), 274–289. https://doi.org/10.22146/jh.73219

Sari, N. (2023). Analisis Tindak Tutur Representatif dan Direktif dalam Film “ Sang Prawira” sebagai Materi Ajar Bahasa Indonesia di SMA Kelas XI (Doctoral dissertation,Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).

Semi, A. (2012). Metode penelitian sastra. Angkasa.

Setiawati, R. (2025). Semiotika Dalam Hikayat Sri Rama dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia. Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, 5(1).

Stanton, R. (2007). An introduction to fiction. Holt, Rinehart and Winston.

Sumardjo, J. (2013). Pengantar apresiasi sastra. PT Dunia Pustaka Jaya.

Teeuw, A. (2013). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Pustaka Jaya.

Tompkins, G. E. (2011). Literacy for the 21st century. Pearson.

Valmīki. (2008). The Rámáyan of Válmíki (R. T. H. Griffith, Trans.). Project Gutenberg.

Yuliana, R. (2023). Nilai budaya dalam hikayat Melayu dan relevansinya dalam pembelajaran sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa, 12(2), 89–102.

Zaidan, A., Jabrohim, & Sobari, T. (2010). Kamus istilah sastra. Pusat Bahasa.

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

Hendri, G., & Elmustian. (2026). Konversi Cerita Ramayana ke Hikayat Sri Rama dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra di SMA. BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, 14(2), 149–155. Retrieved from https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/basastra/article/view/70625