Variasi Akustik Kosakata Serupa Bahasa Bali dan Sunda:Studi Praat

Authors

  • Zachira Nur Rizkia Warokka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Aprilliyani Yulia Yusela Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Alifia Hudzwah Nurhusna Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Sri Wiyanti Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia https://orcid.org/0000-0003-3280-9675 (unauthenticated)

DOI:

https://doi.org/10.24114/4v3j9868

Abstract

Abstrak 

Penelitian ini membahas fonologi akustik, cabang linguistik yang menganalisis gelombang suara, dengan fokus pada perbedaan pengucapan kosakata serupa dalam Bahasa Sunda (BS) dan Bahasa Bali (BB). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengucapan kosakata serupa dalam bahasa Bali dan Sunda menggunakan perangkat lunak Praat melalui analisis durasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan komparatif, berdasarkan teori sistem bunyi konsonan dan diagram vokal bahasa Bali oleh Purwiati (2013) dan teori sistem bunyi konsonan dan diagram vokal menurut Sudaryat (2013). Data dikumpulkan melalui wawancara dengan penutur asli menggunakan alat perekam suara dan aplikasi Praat sebagai instrumen penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun terdapat persamaan kosakata secara ortografis, terdapat perbedaan dalam makna, pengucapan, dan transkrip fonetiknya. Perbedaan tersebut disebabkan oleh durasi pengucapan, penekanan saat pengucapan, dan tinggi rendahnya suara. Adapun persamaan kosakata antara bahasa Bali dan Sunda sebagian besar disebabkan oleh warisan bahasa proto (cognate). 

Kata kunci; Bahasa Bali, Bahasa Sunda, Praat.

Abstract

This study examines acoustic phonology, a branch of linguistics concerned with the analysis of speech sound waves, by focusing on differences in the pronunciation of similar lexical items in Sundanese and Balinese. It aims to analyze the pronunciation of comparable vocabulary in both languages using the Praat software through duration analysis. The study employs a descriptive method with a comparative approach, grounded in the theory of the Balinese consonant sound system and vowel diagram proposed by Purwiati (2013) and the Sundanese consonant sound system and vowel diagram described by Sudaryat (2013). Data were collected through interviews with native speakers using audio recording devices, with Praat serving as the primary research instrument. The findings reveal that despite orthographic similarities between certain lexical items in Sundanese and Balinese, differences exist in their meanings, pronunciations, and phonetic transcriptions, which are influenced by variations in articulatory duration, stress, and pitch, while the observed lexical similarities are largely attributed to their shared proto-language heritage (cognates).

Keyword: Balinese, Sundanese, Praat.

References

Armis, M. K., Harahap, A. I., & Syarfina, T. (2024). Analisis prosodi kajian fonetik akustik pada bahasa Batak Angkola. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 19(1). https://doi.org/10.25134/fon.v19i1.6878

Bangun, P. B., Nasution, T. A., & Syarfina, T. (2025). A phonetic comparison of interrogative sentences in Karo and Mandailing languages: An acoustic analysis using Praat for language education. Indonesian Journal of Multidisciplinary Research, (forthcoming) Retrieved from https://ejournal.upi.edu/index.php/IJOMR/article/view/81652.

Chaer, A. (2012). Fonologi bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Damanik, T. P., Rangkuti, R., & Ganie, R. (2023). An acoustic analysis of Chinese Indonesian students in pronouncing English vowels: A Praat study. Indonesian Journal of EFL and Linguistics, 8(1), 27–37. https://doi.org/10.21462/ijefl.v8i1.567

Durao, A. B. A. B. (2007). Análisis fonético y fonológico con Praat. Madrid: Arco/Libros.

Irhamni, M. & Syarfina, T. (2024). Prosody analysis of acoustic language phonetic research on Minang Kabau. BLAZE: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan, 1(4). https://doi.org/10.59841/blaze.v1i4.650

Kridalaksana, H. (1989). Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mawarni, N., Syarfina, T., Zulhantiar, P. A., & Rangkuti, R. (2024). Analysis of Javanese language prosody (acoustic phonetic study). Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris, 2(4), 63–75. https://doi.org/10.61132/fonologi.v2i4.1136

Narhan, R., Sholihatun, P., & Syarfina, T. (2025). Analisis frekuensi, intensitas, dan durasi pada bahasa Turki oleh native speaker dan non-native speaker menggunakan Praat. LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 20(2). https://doi.org/10.30957/lingua.v20i2.840

Pratama, F. N. (2025). Comparison of intensity patterns: Case study of phonetics in English learners. Articulation: Journal of Language, Linguistics, and Literature, 1(1). https://doi.org/10.29313/jal.v1i1.4191

Purwiati, I. A. M., Artawa, K., & Pastika, I. W. (2013). Fonologi bahasa Bali. Denpasar: Udayana University Press.

Sudaryat, Y., Prawirasumantri, A., & Wahya. (2013). Fonologi bahasa Sunda. Bandung: Humaniora Utama Press.

Suryani, Y. (2017). Fonetik akustik: Sebuah pengantar telaah wujud akustik bahasa. Jurnal Sosioteknologi, 16(2), 7–25. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2017.16.2.7

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Variasi Akustik Kosakata Serupa Bahasa Bali dan Sunda:Studi Praat. (2026). BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, 15(2), 101-112. https://doi.org/10.24114/4v3j9868