Struktur Kepribadian Tokoh dalam Cerpen Legetang Karya Maria Etty
DOI:
https://doi.org/10.24114/qapa2q42Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dekadensi moral dan ketegangan psikologis ekstrem yang mendahului malapetaka hilangnya Dusun Legetang pada tahun 1955. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur kepribadian tokoh yang memicu kemerosotan moral dalam cerpen “Legetang” karya Maria Etty. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data baca-catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika struktur kepribadian para tokoh berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud (1961) didominasi oleh elemen id yang tidak terkendali. Hal ini tampak pada tokoh Leha dan Parlan yang mengutamakan pemuasan hasrat materi serta nafsu biologis, sementara elemen ego mereka secara aktif melakukan pembenaran atas tindakan amoral tersebut. Di sisi lain, tokoh Ayah sebagai representasi superego mengalami ketidakberdayaan absolut dalam mengontrol moralitas sosial, yang diperparah oleh luapan dorongan id warga desa melalui kemabukan dan pergunjingan dengki. Cerpen “Legetang” menegaskan bahwa ketidakseimbangan struktur kepribadian secara kolektif dapat mengakibatkan runtuhnya tatanan peradaban masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman psikologi sastra sebagai sarana refleksi terhadap dinamika moral dalam kehidupan sosial.
Kata kunci: cerpen; dekadensi moral; struktur kepribadian; Legetang; psikoanalisis
This study is motivated by the phenomenon of moral decadence and extreme psychological tension preceding the catastrophic disappearance of Legetang Hamlet in 1955. The purpose of this study is to analyze the personality structure of the characters that triggers the moral decline in Maria Etty’s short story “Legetang.” The method used is descriptive qualitative with the reading note-taking data collection technique. The results show that the dynamics of the characters’ personality structure based on Sigmund Freud’s (1961) psychoanalytic theory are dominated by an uncontrolled id. This is apparent in the characters of Leha and Parlan, who prioritize the fulfillment of material desires and biological lust, while their ego actively justifies these amoral actions. On the other hand, the Father character, as a representation of the superego, experiences absolute powerlessness in controlling social morality, which is worsened by the collective overflow of the villagers’ id impulses through drunkenness and malicious gossip. The short story “Legetang” emphasizes that the imbalance of personality structures collectively can result in the collapse of social civilization. These findings underline the importance of literary psychology as a means of reflecting on the moral dynamics of social life.
Keywords: inner conflict; Legetang; personality structure; psychoanalysis; short story
References
Arifin, Z. (2025). Psikoanalisis Sigmund Freud dalam konflik batin dan struktur kepribadian tokoh Bambang dalam novel Sendiri karya Tere Liye. Crossroad Research Journal, 2(5), 1–15.
Arifin, D. I., & Kurniawan, E. D. (2024). Dampak bencana alam dan penanganan pascabencana gunung meletus dalam novel Hujan karya Tere Liye. Sabda: Jurnal Sastra dan Bahasa, 3(1), 26–32.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2025). Data dan informasi bencana Indonesia: Sejarah kebencanaan. BNPB.
Dayyanah, D., Effendi, E., & Firdaus, F. (2025). Kepribadian id dan egoisme dalam sastra kontemporer. Jurnal Psikologi Sastra, 5(1), 11–20.
Endraswara, S. (2008). Metodologi penelitian psikologi sastra: Epistemologi, model, teori, dan aplikasi. MedPress.
Etty, M. (2021). Legetang. PT Elex Media Komputindo.
Freud, S. (1961). The ego and the id (J. Strachey, Trans.). W. W. Norton & Company.
Hurit, S. P. (2025). Realitas hidup sosial dalam cerpen “Ibu Kota” karya Silvester Petara Hurit. Jurnal Widyakarya, 1(1), 25–35.
Iskarim, M., & Cahyo, E. D. (2023). Karakter pelajar Pancasila sebagai penanggulangan dekadensi moral dalam pembelajaran bahasa Indonesia di era Merdeka Belajar. Ghâncaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 1–15.
Isnaini, H. (2022). Mistik-romantik pada novel Drama dari Krakatau karya Kwee Tek Hoay: Representasi sastra bencana. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 9(1), 21–32.
Karina, A., & Faizah, H. (2023). Psikoanalisis dalam novel Sunyi Paling Riuh karya Fajar Sulaiman. SAJAK: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan, 2(3), 155–164.
Lainah, A., Dahlan, D., & Hanum, I. S. (2024). Kepribadian tokoh utama dalam novel Ratih Tanpa Smartphone karya Syafruddin Pernyata: Kajian psikoanalisis Sigmund Freud. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 8(2), 256–264.
Minderop, A. (2010). Psikologi sastra: Karya sastra, metode, teori, dan contoh kasus. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Rachmawati, H. D., & Indriyani, J. G. (2024). Mekanisme pertahanan ego dalam cerpen “Yorrick” karya Budi Darma: Psikoanalisis Sigmund Freud. Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Sastra Indonesia (KONASINDO), 558–575.
Ramdin, O. N., Juidah, I., & Bahri, S. (2022). Konflik batin dalam novel Burung Kayu karya Niduparas Erlang: Psikoanalisis Sigmund Freud. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 258–270.
Ratna, N. K. (2004). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Pustaka Pelajar.
Ridwansyah, N., Udu, S., & Marwati. (2025). Konflik batin dalam novel Rumah untuk Alie karya Lenn Liu: Kajian psikologi Sigmund Freud. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 10(4), 1702–1708.
Selviah, S., & Anggriani, N. (2025). Konflik batin tokoh dalam cerpen “Cinta Semata Wayang” melalui perspektif psikoanalisis Freud. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 3(6), 38–50.
Seriefaza, S., Vardani, E. N. A., & Citraningrum, D. M. (2025). Kepribadian tokoh utama film “Ku Kira Kau Rumah”: Kajian psikologi sastra Sigmund Freud. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(1), 1288–1299.
Wardani, Y. K., & Karkono, K. (2021). Patologi sosial dalam novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini. Journal of Language Literature and Arts, 1(3), 343–355.
Zainuddin, Z. (2014). Pendidikan karakter dan dekadensi moral. Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nayla Rachelia Putri Andria, Yostiani Noor Asmi Harini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




