Kolaborasi Pentahelix Dalam Pengembangan Desa Wisata Meat Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba
DOI:
https://doi.org/10.24114/jkss.v23i2.72202Abstrak
Penelitian ini menganalisis peran dan efektivitas kolaborasi Pentahelix (Pemerintah, Akademisi, Bisnis, Komunitas, dan Media) dalam pengembangan Desa Wisata Daging yang terletak di Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba. Desa Wisata Daging memiliki potensi wisata alam, warisan budaya, dan produk lokal yang besar, namun keberlanjutan pengembangannya sangat bergantung pada sinergi antar pemangku kepentingan. Metode penelitian kualitatif dengan menggunakan wawancara lapangan digunakan untuk mengidentifikasi partisipasi internal dan eksternal dari para pelaku Pentahelix. Hasil analisis IFAS dan EFAS menempatkan Desa Wisata Daging pada Kuadran I matriks SWOT, yang menunjukkan posisi agresif di mana kekuatan dan peluang secara signifikan lebih besar daripada kelemahan dan ancaman. Partisipasi aktif dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan dukungan yang kuat dari PT. INALUM merupakan kekuatan utama, sementara masuknya dalam 100 besar ADWI dan dukungan pemerintah pusat merupakan peluang utama. Namun, keterbatasan anggaran pemerintah dan ancaman perubahan kebijakan menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, strategi pengembangan yang paling tepat adalah strategi yang agresif, yang melibatkan maksimalisasi potensi penuh dan kolaborasi para pemangku kepentingan Pentahelix untuk mendorong pertumbuhan desa wisata yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat. Rekomendasi yang diberikan antara lain adalah membentuk forum koordinasi Pentahelix secara rutin, meningkatkan kapasitas Pokdarwis dan masyarakat lokal melalui pelatihan terpadu (perhotelan, pemasaran digital, manajemen UMKM), dan memperkuat kolaborasi jangka panjang dengan sektor pendidikan dan dunia usaha melalui MoU dan program CSR. Selain itu, Pemerintah Desa dan Dinas Pariwisata perlu menyusun peraturan internal dan rencana kerja tahunan yang melibatkan seluruh unsur Pentahelix sebagai landasan pengembangan Desa Wisata Daging. Penerapan strategi yang agresif ini akan mengoptimalkan pengakuan dari ADWI, potensi UMKM, dan tren ekowisata untuk memperkuat posisi Desa Wisata Daging sebagai destinasi wisata unggulan dan berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Enjeli Mitami Batubara, Dewi Yanti, Muhammad Khadry

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















