Kolaborasi Stakeholder Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Di Desa Wisata Tanjung Rejo Kabupaten Deli Serdang
DOI:
https://doi.org/10.24114/jkss.v23i2.72394Abstrak
Studi ini menganalisis kolaborasi pemangku kepentingan, tantangan, dan strategi untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang. Metode deskriptif kualitatif diterapkan, menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis menggunakan matriks SWOT, IFAS, dan EFAS. Temuan menunjukkan kerja sama antara pemerintah desa, kelompok masyarakat (Pokdarwis, Karang Taruna), akademisi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pelatihan, pengembangan infrastruktur, dan konservasi lingkungan. Namun, partisipasi masyarakat rendah, keterlibatan sektor swasta terbatas, dan infrastruktur masih belum memadai. Analisis IFAS mencatat kekuatan sebesar 1,86 dan kelemahan 0,62 (selisih 1,24), sementara EFAS mencatat peluang sebesar 1,72 dan ancaman 0,70 (selisih 1,02). Posisi strategis desa terletak di Kuadran I (Strategi Pertumbuhan), dengan rekomendasi untuk pengembangan aktif melalui peningkatan daya tarik, perbaikan infrastruktur, penguatan branding, dan pembinaan kemitraan eksternal.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Lilis Armelinsa Malau, Dewi Yanti, Budi Prayogi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















