Pengembangan Instrumen Four-Tier Diagnostic Test untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMA Kelas XII Pada Materi Gejala Kuantum
DOI:
https://doi.org/10.24114/e8c94q40Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen Four-Tier Diagnostic Test yang valid dan reliabel untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa SMA kelas XII pada materi gejala kuantum, khususnya efek fotolistrik dan efek Compton. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang diujicobakan kepada 67 siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Siabu yang terdiri dari 2 kelas. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari empat lapisan, yaitu pertanyaan pengetahuan, tingkat keyakinan jawaban, alasan menjawab, dan tingkat keyakinan alasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen dinyatakan valid berdasarkan koefisien validitas Gregory pada rentang 0,60–0,80 dan reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,82. Profil pemahaman konsep siswa menunjukkan bahwa 37,9% siswa mengalami miskonsepsi (kategori sedang), 28,8% kurang pengetahuan, 24,5% paham konsep, dan 8,8% kesalahan lainnya. Miskonsepsi tertinggi terjadi pada sub-materi efek fotolistrik (42,5%) dibandingkan efek Compton (34%). Miskonsepsi spesifik yang teridentifikasi meliputi anggapan bahwa energi ambang bergantung pada intensitas cahaya, energi kinetik elektron bergantung pada intensitas, serta ketidakmampuan membedakan mekanisme tumbukan pada efek fotolistrik dan efek Compton. Dengan demikian, instrumen Four-Tier Diagnostic Test yang dikembangkan layak digunakan oleh guru sebagai alat diagnostik untuk memetakan miskonsepsi siswa, sehingga dapat merancang strategi remediasi yang lebih tepat sasaran dalam pembelajaran fisika kuantum.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aisyah, Yenni Amalia Siregar, Holit Mawardi Nasution, Miftahul Jannah Nasution

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
