INTEGRASI BUDAYA LOKAL DAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

Authors

DOI:

https://doi.org/10.24114/089r8d13

Abstract

Abstract: This study aimed to improve the quality of Indonesian language learning through the integration of local culture in folklore text materials for fourth-grade elementary school students. The study was motivated by the low level of student engagement, learning motivation, and learning outcomes in Indonesian language learning. This research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which consists of planning, action, observation, and reflection stages. The research was conducted in two cycles involving 25 fourth-grade elementary school students as the research subjects. Data were collected through observation, tests, and documentation. The results showed that the integration of local culture improved the quality of Indonesian language learning. This improvement was indicated by increased student learning activities, learning motivation, student engagement, and learning outcomes in each cycle. The students’ average scores increased from 65 in the pre-cycle to 75 in cycle I and improved to 85 in cycle II. The percentage of students achieving learning mastery also increased from 40% in the pre-cycle to 68% in cycle I and 88% in cycle II. Furthermore, local culture-based learning created a more contextual, meaningful, and enjoyable learning process because the learning materials were directly related to students’ social and cultural lives. Therefore, the integration of local culture can be used as an alternative learning innovation to improve the quality of Indonesian language learning in elementary schools.

Keywords: local culture, learning quality, folklore

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia melalui integrasi budaya lokal pada materi teks cerita rakyat di kelas IV sekolah dasar. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 25 siswa kelas IV sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia. Hal tersebut terlihat dari peningkatan aktivitas belajar siswa, motivasi belajar, keterlibatan siswa, dan hasil belajar pada setiap siklus. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 65 pada pra-siklus menjadi 75 pada siklus I dan meningkat menjadi 85 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar siswa juga meningkat dari 40% pada pra-siklus menjadi 68% pada siklus I dan meningkat menjadi 88% pada siklus II. Selain itu, pembelajaran berbasis budaya lokal mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan menyenangkan karena materi pembelajaran berkaitan langsung dengan kehidupan sosial dan budaya siswa. Dengan demikian, integrasi budaya lokal dapat dijadikan sebagai alternatif inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.

Kata Kunci: budaya lokal, cerita rakyat, kualitas pembelajaran.

 

References

Downloads

Published

2026-09-26

How to Cite

INTEGRASI BUDAYA LOKAL DAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR. (2026). JS (JURNAL SEKOLAH), 10(4), 1168-1180. https://doi.org/10.24114/089r8d13

Most read articles by the same author(s)