Efektivitas Program "Gigiku Sehat, Senyumku Cemerlang" Menggunakan Model CIPP dalam Membentuk Kebiasaan Kesehatan Gigi Anak KB Bina Rabbani
DOI:
https://doi.org/10.24114/jt.v14i2.69820Kata Kunci:
Kesehatan Gigi, Evaluasi CIPP, Kebiasaan Sehat, Pendidikan Anak Usia Dini, Karies GigiAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Program "Gigiku Sehat, Senyumku Cemerlang" menggunakan Model CIPP dalam membentuk kebiasaan kesehatan gigi anak usia dini di KB Bina Rabbani, Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Subjek penelitian adalah 20 anak kelompok B yang terdiri dari 12 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, tes pengetahuan, checklist keterampilan, dan pemeriksaan klinis. Hasil penelitian menunjukkan program sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan (75-95%), keterampilan (80-95%), sikap positif (70-92%), pembentukan kebiasaan (70-87%), dan perbaikan kondisi kesehatan gigi (80-96%). Dari aspek Context, program sangat relevan dengan kebutuhan anak dengan prevalensi karies gigi mencapai 81,1%. Dari aspek Input, kesiapan sumber daya mencapai 95% meliputi tenaga medis profesional, materi edukasi sesuai usia, dan fasilitas memadai. Dari aspek Process, pelaksanaan program berjalan lancar dengan keterlibatan anak yang tinggi (85-92%) meskipun ada kendala kecil. Dari aspek Product, program berhasil mencapai tujuan secara holistik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Program "Gigiku Sehat, Senyumku Cemerlang" efektif dan strategis dalam membangun kebiasaan kesehatan gigi anak usia dini melalui sinergi komprehensif antara sekolah, tenaga medis, dan keluarga.Referensi
Amila, & Hasibuan, E. K. (2020). Peningkatan Pengetahuan Anak Usia Dini Dalam Perawatan Kesehatan Gigi Dan Mulut. Jurnal Abdimas Mutiara, 1(1), 1.
Andriyani, A., Putri, N., Lusida, N., Ernyasih, E., Rosyada, D., Jaksa, S., & Al-Maududi, A. A. (2023). Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Orangtua dalam Pencegahan Karies Gigi Anak di Jakarta Timur. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 19(1), 11. https://doi.org/10.24853/jkk.19.1.11-17
Arianto, A., & Andriyani, D. (2023). Penyuluhan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut, Pemeriksaan Gigi, Sikat Gigi Bersama Pada Siswa TK Asmai Rahman Bandar Lampung. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 30–34. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v2i1.588
Aulia, R., Yaswinda, & Movitaria, M. A. (2022). Penyelenggaraan Lembaga Paud Tentang Pendidikan Holistik Integratif Di Nagari Taram. JIP:Jurnal Inovasi Penelitian, 2(8), 2363–2372.
Leony, A., Musa, S., & Muis, A. (2025). Evaluasi Program Pendidikan Anak Usia DiniDengan Model Cipp (Context, Input, Process,Product) Di Bkb Paud Gemilang. 8(1), 2615–1480.
Mufarrohah, Witriyani, & Ulkhasanah, Muzaroah, E. (2025). Hubungan Peran Orang Tua Dalam Personal Hygiene Gigi Dan Mulut Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Usia Prasekolah. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(5474), 1333–1336.
Muhtar, S., Hatta, I., Kusuma Wardani, I., Studi Kedokteran Gigi, P., Kedokteran Gigi, F., Lambung Mangkurat, U., Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, D., Lambung Mangkurat Banjarmasin, U., & Ilmu Kesehatan Gigi Masyarkat, D. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kesehatan Gigi Dengan Tingkat Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Anak Kabupaten Barito Kuala (Tinjauan Anak Usia 4-5 Tahun di TK Nusa Indah Berangas Kecamatan Alalak). Jur. Ked. Gigi), 4(1), 16–20.
Mulyana, Nagauleng, A., & Pipi. (2018). Pengetahuan Ibu Tentang Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak. JIKI Jurnal Ilmiah Kesehatan IQRA, 6(1), 2089–9408. https://stikesmu-sidrap.e-journal.id/JIKI/article/view/55
Nurhayati, N., Lussyefrida Yanti, Susilawati, & Riska Aisyah Dwi Putri. (2024). Edukasi Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak Usia Prasekolah Tk Pembina Perumnas Korpri. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 2(2), 123–130. https://doi.org/10.58222/jupengkes.v2i2.958
Rahina, Y., Iswari IGAA, C., Pratama IWA, W., & Duarsa, P. (2019). Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi Pada Orang Tua Anak Usia Prasekolah. Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG), 15(2), 60–66. https://doi.org/10.46862/interdental.v15i2.593
Rama, A., Ambiyar, A., Rizal, F., Jalinus, N., Waskito, W., & Wulansari, R. E. (2023). Konsep model evaluasi context, input, process dan product (CIPP). JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 8(1), 82.
Rompis, C., Pangemanan, D., & Gunawan, P. (2016). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi anak dengan tingkat keparahan karies anak TK di Kota Tahuna. E-GIGI, 4(1). https://doi.org/10.35790/eg.4.1.2016.11483
Rosalina, D., & Jeddy, J. (2021). Perbedaan Prevalensi Karies Gigi dan Tingkat Keparahan Karies Gigi pada Anak Usia 3-5 Tahun Yang Ibunya Bekerja dan Tidak Bekerja : Kajian Pada PAUD Sapta Kemuning, Depok Jawa Barat (Laporan Penelitian). Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu, 3(1), 63–69. https://doi.org/10.25105/jkgt.v3i1.9871
Sholekhah, N. K. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Balita di Posyandu Wiratama. Indonesian Journal of Dentistry, 1(1), 20. https://doi.org/10.26714/ijd.v1i1.6873
Theresia, N., Rahmawaty, F., Sylvia, E. I., & Yusup, A. (2022). Kesehatan Gigi Sangat Penting untuk Anak Usia sekolah. Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah, 11(1), 31–37. https://doi.org/10.52263/jfk.v11i1.225
Umboh, P. F., Kaunang, W. P. J., Posangi, J., Tahulending, J., & Londa, V. (2025). Evaluasi implementasi program usaha kesehatan gigi sekolah ( ukgs ) di wilayah kerja puskesmas talawaan. 9, 5285–5289.
Ummah, M. S. (2019). Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Karies Gigi. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Kategori
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Icah Juriah, Pilma Sindy Arizka

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





