PEMANFAATAN FOTO UDARA FORMAT KECIL UNTUK PEMETAAN BIDANG TANAH DI SUB DAS BOMPON

Trida Ridho Fariz, Retnadi Heru Jatmiko, Estuning Tyas Wulan Mei, Ardhi Arnanto, Ramlah Ramlah, Muhammad Fauzan Ramadhan

Abstract


 

Remote sensing technology such as small format aerial photography (SFAP) from unmanned aerial vehicle (UAV) or drone can be a solution in accelerating the land parcel mapping in Indonesia. This study aims to determine the level of geometric and planimetric accuracy of SFAP data output in land parcel mapping and describe the step of data processing. The results showed that in land parcel mapping, the main SFAP output data is orthophoto. Therefore, the processing should not need to do the dense cloud process, the orthophoto build process can use DEM from sparse cloud for time efficiency and reduce the relief displacement effect. The orthophoto geometry accuracy is CE90 of 0.44, so it is very well used for mapping 1: 2500 scale, while DSM has a LE90 value of 2.80. Planimetry accuracy of the land parcel distance has met the tolerance standard, while planimetry accuracy of the land parcel area there is 1 parcel that does not meet the tolerance standard. However, in general, SFAP can be used as a basis for land parcel mapping in slightly hilly areas such as Bompon watershed.

Keywords:     Small format aerial photo, land parcel, geometric accuracy, planimetric accuracy

 

Teknologi penginderaan jauh seperti foto udara format kecil (FUFK) dari pesawat nir awak bisa menjadi solusi dalam percepatan pemetaan bidang tanah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketelitian geometrik dan planimetrik data keluaran FUFK dalam pemetaan bidang tanah serta mendeskripsikan tahapan-tahapan pengolahan datanya. Hasil penelitian menunujukkan bahwa dalam pemetaan bidang tanah, data keluaran FUFK yang utama adalah ortofoto. Oleh karena itu sebaiknya proses pengolahan tidak perlu melakukan proses dense cloud, proses build orthophoto bisa menggunakan DEM dari sparse cloud untuk efisiensi waktu serta mengurangi efek relief displacement. Ketelitian geometri ortofoto yaitu CE90 sebesar 0,44, sehingga sangat baik digunakan untuk pemetaan skala 1:2500, sedangkan DSM memiliki nilai LE90 sebesar 2,80. Ketelitian planimetrik terhadap jarak bidang tanah telah memenuhi standar toleransi, sedangkan ketelitian planimetrik terhadap luas bidang tanah terdapat 1 bidang yang tidak memenuhi standar toleransi. Walaupun begitu, secara umum FUFK bisa digunakan sebagai dasar pemetaan bidang tanah di wilayah yang sedikit berbukit seperti Sub DAS Bompon.

Kata Kunci:  Foto udara format kecil, bidang tanah, ketelitian geometrik, ketelitian planimetrik.


Full Text:

PDF

References


Adi, A. P. Prasetyo, Y. Yuwono, B. D. (2017). Pengujian akurasi dan ketelitian planimetrik pada pemetaan bidang tanah pemukiman skala besar menggunakan wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 208-217.

Agisoft. (2019). Agisoft Metashape User Manual Professional Edition, Version 1.5’ Agisoft LCC dilihat pada 12 Maret 2020, https://www.agisoft.com /pdf/metashape-pro_1_5_en.pdf

Ali, Z. Ahmed, S. (2013). Extracting Parcel Boundaries from Satellite Imagery for a Land Information System. 6th International conference on recent advances in space technologies (RAST) (pp. 79-81). IEEE.

Alkan, M. Jacobsen, K. (2015). Information Content Capabilities of Very High Resolution Optical Space Imagery for Updating GIS Database. Proceedings of SPIE - The International Society for Optical Engineering 9481 (2015), 94810K

Arnanto, A. Mei, E.T.W. Hizbaron, D.R. (2019). Analisis Penilaian Potensi Kerugian Lahan Sawah Berbasis Bidang Lahan di Wilayah Rawan Longsorlahan Sub DAS Bompon Kabupaten Magelang. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Arnanto, A. Mei, E.T.W. Hizbaron, D.R. Utami, W. (2019). Pesawat udara nir awak (UAV) untuk penyediaan data spasial bidang tanah di kawasan rawan bencana. Bhumi, Jurnal Agraria dan Pertanahan, vol. 5, no. 2, hlm. 271-281

Atak, V. O. Altan, M. O. (2006). Geometric accuracy and feature compilation assessment of high resolution satellite images. Proceedings of the ISPRS Commission IV Symposium on Geospatial Databases for Sustainable Development. Vol. 36. 2006.

Barazzetti, L. Brovelli, M. Scaioni, M. (2008). Generation of true-orthophotos with LiDAR high resolution digital surface models. Photogrammetric Journal of Finland, 21(1).

BIG (Badan Informasi Geospasial). (2014). Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 15 Tahun 2014 Tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar. Cibinong: Badan Informasi Geospasial

BIG (Badan Informasi Geospasial). (2020) Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Standar Pengumpulan Data Geospasial Dasar Untuk Pembuatan Peta Dasar Skala Besar. Cibinong: Badan Informasi Geospasial

BPN (Badan Pertanahan Nasional). (1997). Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar Pendaftaran. Jakarta: Badan Pertanahan Nasional

Benjamin, A. O’Brien, D. Barnes, G. Wilkinson, B. Volkmann, W. (2017). Assessment Of Structure From Motion (SFM) Processing Parameters On Processing Time, Spatial Accuracy, And Geometric Quality Of Unmanned Aerial System Derived Mapping Products. Journal of Unmanned Aerial System, Volume 3, Issue 1

Chagutah, T. (2013). Land tenure insecurity, vulnerability to climate-induced disaster and opportunities for redress in southern Africa. Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies, 5(2), 1-8.

Gindraux, S. Boesch, R. Farinotti, D. (2017). Accuracy Assessment of Digital Surface Models from Unmanned Aerial Vehicles Imagery on Glaciers. Remote Sens. 2017, 9, 186

Gularso, H. Rianasari, H. Silalahi, F.E.S. (2015). Penggunaan Foto Udara Format Kecil Menggunakan Wahana Udara Nir-Awak Dalam Pemetaan Skala Besar. Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 21 No. 1 Agustus 2015: 37-44

Hanafi, F. Juhadi. Iryanthony, S.B. Hakeem, A.R. Rahmadewi, D.R. Fitriyani. (2019). Strategi Pengelolaan Kekeringan Masyarakat Sub DAS Bompon di Lereng Kaki Vulkanik Pegunungan Sumbing. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian, 16(1).

Juniati, E. Harintaka. (2018). Perbandingan ragam input model ketinggian untuk pembentukan true orthophoto di wilayah urban. Geomatika, 24(2), 49-60.

Kementrian ATR. (2016). Petunjuk teknis pengukuran dan pemetaan bidang tanah sistemik lengkap Nomor : 01/JUKNIS-300/2016. Jakarta: Kementrian ATR/BPN.

Malik, R.F. Sartohadi, J. (2017). Pemetaan geomorfologi detail menggunakan teknik step-wise-grid di daerah aliran sungai (DAS) Bompon Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jurnal Bumi Indonesia, 6 (2).

Masruroh, H. Sartohadi, J. Setiawan, A. (2016), Membangun metode identifikasi longsor berbasis foto udara format kecil di DAS Bompon, Magelang, Jawa Tengah. Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016)

Meiarti, R. Seto, T. Sartohadi, J. (2019). Uji akurasi hasil teknologi pesawat udara tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle) dalam aplikasi pemetaan kebencanaan kepesisiran. Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL), 3(1), 1-17.

Muryamto, R. Waljianto. Rahardjo, U. Riyadi, G. Andaru, R. Taftazani, I. Marta, W. Farida, A. (2016). Pembuatan peta dan sistem informasi geospasial lahan pertanian di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Indonesian Journal of Community Engagement Vol. 01, No. 02, Maret 2016

Oliveira, H.C. Habib, A. F. Dal Poz, A.P. Galo, M. (2015). Height gradient approach for occlusion detection In UAV imagery. Int. Arch. Photogramm. Remote Sens. Spatial Inf. Sci., XL-1/W4, p. 263-268.

Pamungkasari, F.L. Prasetyo, Y. Sukmono, A. (2019). Analisis konfigurasi optimum kerangka GCP untuk survey pemetaan luasan besar menggunakan unmanned aerial vehicle (UAV). Jurnal Geodesi Undip, 8 (1)

Purwanto, T.H. (2017). Pemanfaatan Foto Udara Format Kecil untuk Ekstraksi Digital Elevation Model dengan Metode Stereoplotting. Majalah Geografi Indonesia Vol. 31, No.1, Maret 2017 (73 - 89)

Putra, A.P. Tanzil, M. Andika, W. Aswandono, B. (2016). Efektifitas dan Peluang Penggunaan UAV Berbiaya Rendah dalam Percepatan Penyediaan Peta Tunggal Pendaftaran Tanah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Prosiding Seminar Nasional 3rd CGISE dan FIT ISI 2016

Putra, A. S. Ambarwulan, W. Maulana, E. Wulan, T. R. Maulia, N. Putra, M. D. Wahyuningsih, D. S. Ibrahim, T. Raharjo, T. (2016). Kajian korelasi antara tinggi terbang dan resolusi foto udara hasil akusisi dengan UAV di kawasan pesisir. Prosiding Seminar Nasional Kelautan 2016

Rokhmatuloh. Supriatna. Pin, T.G., Hernina, R. Ardhianto, R. Ash Shidiq, IP. Wibowo, A. (2019). Paddy field mapping using UAV multi-spectral imagery. International Journal of GEOMATE, Sept., 2019 Vol.17, Issue 61, pp.242-247

Wardana, K.P.W. Subiyanto, S. Hani'ah. (2019). Analisis tingkat tanaman padi menggunakan model 3D hasil pemotretan UAV dengan pengukuran lapangan. Jurnal Geodesi Undip Vol 8, No 1 (2019)

Wardani, A. K. Cahyono, A. B. & Martono, D. B. (2016). Analisis Metode Delineasi Bidang Tanah Pada Citra Resolusi Tinggi Dalam Pembuatan Kadaster Lengkap. Jurnal Teknik ITS, 5(2), A380-A384.

Tahar, K.N. (2013). An Evaluation On Different Number Of Ground Control Points In Unmanned Aerial Vehicle Photogrammetric Block. International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences,Volume XL-2/W2, ISPRS 8th 3DGeoInfo Conference & WG II/2

Villanueva, J.K.S. Blanco, A.C. (2019). Optimization Of Ground Control Point (GCP) Configuration For Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Survey Using Structure From Motion (SFM). The International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences, Volume XLII-4/W12, 201




DOI: https://doi.org/10.24114/tgeo.v9i1.18058

Article Metrics

Abstract view : 62 times
PDF - 63 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.