Bentuk Imitasi Kendang Dangdut Pada Instrumen Ketipung Paralon

Iwan Budi Santoso, Kiswanto Kiswanto, Yusuf Beny Setiawan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk imitasi kendang dangdut pada instumen ketipung paralon yang biasa digunakan oleh para pengamen jalanan di kota Surakarta berdasarkan organologi bahan dan cara pembuatannya, karakter dan warna bunyi yang dihasilkan, serta cara memainkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan metode analisis yang bersifat interpretatif. Data-data yang diperlukan untuk dianalisis dan dijelaskan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui proses pengamatan, wawancara, dokumentasi, serta studi kepustakaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen ketipung paralon terdiri dari tiga atau empat buah rangkaian pipa silinder, dengan dimater dan panjang yang bervariasi guna mengatur tinggi dan rendah suara yang dihasilkan. Bunyi ketipung paralon dapat diidentifikasi dengan sebutan onomatope dut, dhung, tung, thut, tak, dan thang. Ketipung paralon dimainkan dengan cara memukul membran melalui tekanan dan teknik penjarian dari kedua tangan. Apabila dibandingkan dengan kendang dangdut, ketipung paralon mempunyai karakter akustik bunyi yang keras jika ditabuh, meskipun tanpa menggunakan alat pengeras suara. Instrumen ketipung paralon juga mudah dibawa dan dimainkan untuk berpindah-pindah tempat oleh para pengamen.


Keywords


Buskers, Dangdut Drums, Paralon Ketipung.

Full Text:

PDF

References


Anggraini, R., & Asriwandari, H. (2015). Kehidupan Anak Punk di Kota Pekanbaru. JOM FISIP, 2(2).

BPS. (2020). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 7,07 Persen.

Damono, S. J. (2014). Alih Wahana (Sonya I Sondakh & Prisca Delima (ed.)). Editum.

Daulay, Z. A. A. (2018). Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Dengan Metode Triple Helix (Studi Pada UMKM Kreatif di Kota Medan). TANSIQ: Jurnal Manajemen Dan Bisnis Islam, 1(1).

Faith, R., & Suroso, P. The Technique of Bebano Drums on Accompanying Jogi Dance in Wansendari Art Studio Batam City. Grenek Music Journal, 10(2), 17-26.

Habibullah. (2008). Identifikasi Pengamen Sebagai Upaya Mencari Strategi Pemberdayaan. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 13(1), 65–74.

Luaylik, F., & Khusyairi, J. A. (2012). Perkembangan Musik Dangdut Indonesia 1960an-1990an. Jurnal Verleden, 1(1), 26–39.

Muttaqin, M. (2006). Musik Dangdut dan Keberadaannya di Masyarakat: Tinjauan dari Segi Sejarah dan Perkembangannya (Dangdut and Its Existence in the Society: The Review of Its History and Development). Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 7(2).

Pasaribu, B. (1986). Taganing Batak Toba: Suatu Kajian Dalam Konteks Gondang Sabangunan. Toba Batak Taganing: A Study in the Context of the Gondang Sabangunan] BA thesis, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Prastiawan, I., Suroso, P., Widiastuti, U., & Nugrahaningsih, R. H. D. (2021). Pendampingan Kelompok Seniman Jawa Deli dalam Mengelola Instrumen Musik Dodok pada Pertunjukan Seni Reog. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 5(2), 235-240.

Rika Kustina. (2020). Onomatope Bahasa Devayan. Jurnal Metamorfosa, 8(1), 112–122. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v8i1.348

Romadona, E. A. (2019). Penciptaan Musik Keroncong Dan Wayang Inovatif Dalam Pertunjukan Congwayndut. Sorai: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Musik, 12(1), 12–20. https://doi.org/10.33153/sorai.v12i1.2619

Setiaji, D. (2017). Tinjauan Karakteristik Dangdut Koplo Sebagai Perkembangan Genre Musik Dangdut. Jurnal Hande, 1(01).

Setiaji, D. (2019). Internalisasi Dimensi Interkultural Permainan Gendang Dalam Komunitas Dangdut Koplo: Sebuah Kajian Konstruksi Sosial. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni, 14(1), 19–27. https://doi.org/10.33153/dewaruci.v14i1.2533

Setiawan, Y. B. (2019). Organologi dan Pola Tabuhan Instrumen Ketipung Paralon. Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Setyawan, D. (2019). Recycle: Dari Sampah Menjadi Bunyi (Kajian Penciptaan Musik Kelompok Wayang Sampah Di Surakarta). ISI SURAKARTA.

Sirait, M. B. T. (2018). MUSIK PADA KOMUNITAS STREET PUNK KOTA MEDAN. Jurnal Warna, 2(2), 43–55.

Sumardi, N. K. (2018). Evolusi Gendang Beleq Lombok. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 1(2), 63-69.

Suroso, P. (2018). Tinjauan Bentuk dan Fungsi Musik pada Seni Pertunjukan Ketoprak Dor. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 2(2), 66-78.

Syahfitra, M. F., & Satria, T. D. (2021). Aplikasi Video Editing sebagai Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Praktik Instrumen Perkusi Lanjutan di Prodi Pendidikan Musik. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 5(2), 164-173.

Wiflihani, W., Widiastuti, U., & Sembiring, A. S. (2018). Pengembangan Musikalitas Melalui Bunyi-Bunyi Alam pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik Universitas Negeri Medan. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 2(1), 20–27.




DOI: https://doi.org/10.24114/gondang.v6i1.33206

Article Metrics

Abstract view : 134 times
PDF - 54 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Follow us on instagram @jurnalgondang