HERMENEUTIKA SONGKET SEBAGAI PAKAIAN ADAT DALAM PERSPEKTIF BUDAYA MINANGKABAU

Budiwirman Budiwirman, Syafwandi Syafwandi

Abstract


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan keberadaan songket dan hubungannya terhadap perilaku atau budaya masyarakat adat di Minangkabau, Setiap simbol yang terdapat pada songket dapat diterjemahkan sebagai pedoman hidup dalam bermasyarakat di Minangkabau, Oleh karena itu, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, karena objek yang akan diteliti adalah kain songket Minangkabau sebagai ciptaan manusia dan dapat dijadikan sebagai simbol pencitraan diri dari si pemakainya. Jelaslah ia mengandung unsur-unsur nilai, norma dan simbol yang sulit dipertemukan dengan faktor angka, statistik dan quantum lainnya. Nilai, norma, dan simbol hanya mungkin dipertemukan dengan gejala-gejala alami (fenomenologis), interaksi simbolik dan budaya atau dengan analisis model interaktif. Model analisis ini memiliki tiga macam komponen analisis utama, yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi yang  saling terjalin pada saat sebelumnya, selama dan sesudah pengumpulan data. Peneliti bergerak di antara empat “sumbu” kumparan tersebut dan berlansung terus sampai data/informasi yang terkumpul dianggap memadai guna menjawab permasalahan penelitian dan penarikan kesimpulan. Dengan demikian, penelitian ini didasari oleh analisa dengan pendekatan hermeneutika, kain tenun songket menjadi bagian utama dalam perangkat pakaian para pemangku adat dalam sistim kekerabatan masyarakat adat Minangkabau, keberadaan kain tenun songket tersebut mendapat tempat yang istimewa, selain memiliki bentuk yang indah berkilauan benang emas, kain tenun songket juga dihiasi dengan bermacam motif hias yang diambil dari bentuk tumbuh-tumbuhan dan binatang yang terdapat di sekitar lingkungan alamnya. Kain tenun songket sebagai pakaian adat di Minangkabau pada prinsipnya bagian yang tidak dapat dipisahkan dari eksistensi seorang pemangku adat, khususnya Penghulu dan Bundo Kanduang. Pakaian yang dilengkapi dengan tenun songket itu dalam pendekatan kajian hermeneutika merupakan simbol yang dapat diterjemahkan menjadi nilai-nilai simbolik yang bermakna bagi tata kehidupan dan suri tauladan dalam masyarakat adat di Minangkabau. 

Kata Kunci: hermeneutika, songket, simbolik, kebudayaan.

 

Abstract

This research is aim to interpret the existence of songket and its relationship to the behavior or culture of indigenous peoples in Minangkabau. Each symbol found on songket can be translated as a way of life in the community in Minangkabau. Therefore, the research method used is a qualitative method, because the object that will examined is Minangkabau songket cloth as a human creation and can be used as a symbol of self-image of the wearer. Obviously it contains elements of values, norms and symbols that are difficult to meet with numbers, statistics and other quantum factors. Values, norms, and symbols may only be met with natural (phenomenological) symptoms, symbolic and cultural interactions or with interactive model analysis. This analysis model has three main analysis component types, namely data reduction, data presentation and conclusion / verification that are intertwined with each other before, during and after data collection. The researcher moves between the four "axes" of the coil and continues until the data / information collected is considered adequate to answer the research problems and draw conclusions. Thus, this research is based on an analysis of the hermeneutic approach, songket woven cloth is a major part of the clothing accessories of traditional stakeholders in the kinship system of the Minangkabau indigenous people, the existence of the songket woven fabric has a special place, besides having a beautiful form sparkling gold thread, Songket woven fabric is also decorated with various decorative motifs that are taken from the forms of plants and animals found around their natural environment. Songket woven cloths as traditional clothing in Minangkabau are in principle an inseparable part of the existence of a traditional stakeholder, especially the Penghulu and Bundo Kanduang. The clothes equipped with songket weaving in the hermeneutic study approach are symbols that can be translated into symbolic values that are meaningful to the system of life and example in indigenous peoples in the Minangkabau.

Keywords: hermeneutika, songket, symbolic, cultural.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12502

Refbacks

  • There are currently no refbacks.