PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI TAWAS PADA PENCELUPAN BAHAN KATUN MENGGUNAKAN ZAT WARNA ALAM EKSTRAK BUAH SENDUDUK (MELASTOMA MALABATHRICUM L)

Annisa Prima, Sri Zulfia Novrita

Abstract


Abstrak

Penggunaan ekstrak zat warna alam sebagai pewarnaan tekstil karena menghasilkan warna yang khas dan ramah lingkungan salah satunya adalah buah senduduk (Melastoma Malabathricum L). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nama warna (Hue), gelap terang (Value), kerataan warna serta pengaruh perbedaan konsentrasi mordan tawas terhadap kain katun pada hasil pencelupan menggunakan ekstrak buah senduduk (Melastoma Malabathricum L). Jenis penelitian ini merupakan eksperimen. Data yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari 18 panelis, lalu diolah dan dianalisis menggunakan uji Friedman K-related sample serta menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 18.0. Pencelupan bahan katun dengan ekstrak buah senduduk masing-masing tanpa mordan menghasilkan warna  Dark Purple #5A2364  serta Value cukup terang dan kerataan warna yang rata, mordan tawas pada konsentrasi 10 gram  menghasilkan warna  Pompadour Purple #704664  serta Value kurang terang dan memiliki kerataan warna yang  rata, mordan tawas pada konsentrasi 50 gram menghasilkan warna  Pompadour Purple #7D415F serta Value  cukup terang dan memiliki kerataan warna yang rata, serta mordan tawas pada konsentrasi 100 gram  menghasilkan warna Cold Purple  #9780B2 serta terang dan kerataan warna yang dihasilkan cukup rata. Hasil penelitian data gelap terang warna (Value) yaitu 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh perbedaan yang signifikan pada perbedaan mordan pada konsentrasi 10 gram, 50 gram dan 100 gram terhadap hasil pencelupan. Pada kerataan warna menunjukkan hasil 0,045 > 0,05 yang artinya Ho diterima. Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan mordan tawas pada konsentrasi 10 gram, 50 gram dan 100 gram terhadap hasil pencelupan ekstrak buah senduduk  menggunakan bahan katun.

Kata Kunci: buah senduduk, tawas.

Abstract

The use of extracts of natural dyes as textile coloring because they produce a distinctive and environmentally friendly color, one of which is senduduk (Melastoma Malabathricum L). The purpose of this study was to describe the name of color (Hue), light darkness (Value), color flatness and the effect of differences in the concentration of mordan alum on cotton cloth on the results of dyeing using senduduk fruit extract (Melastoma Malabathricum L). This type of research is an experiment. The data used are primary data sourced from 18 panelists, then the collected data is processed and analyzed using the Friedman K-related sample test and using the SPSS application (Statistical Product and Service Solutions) version 16.0. Dyeing of cotton material with senduduk fruit extract (Melastoma Malabathricum L) without a mordan each produces Dark Purple # 5A2364 and the value is quite bright and evenly colored, the mordan alum at 10 grams produces Pompadour Purple # 704664 and The value is less bright and has a flat evenness, mordan alum at a concentration of 50 grams produces Pompadour Purple # 7D415F and the value is quite bright and has a flat color evenness, and mordan alum at 100 grams produces Cold Purple # 9780B2 and the light and evenness of the resulting color is quite flat. The results of the study of dark light colors (Value) are 0,000 <0,05 which means that Ho is rejected. This means that there are significant differences in the effect of mordan on concentrations of 10 grams, 50 grams and 100 grams on the results of dyeing. The color flatness shows the results of 0.045> 0.05, which means that Ho is accepted. This means that there is no significant effect of mordan alum at concentrations of 10 grams, 50 grams and 100 grams on the results of dyeing the fruit extract of senduduk using cotton.

Keywords: senduduk fruit, alum.



Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13630

Refbacks

  • There are currently no refbacks.