PENGARUH PERBEDAAN MORDAN TAWAS DAN KAPUR SIRIH TERHADAP HASIL PENCELUPAN EKSTRAK DAUN SAWO MENGGUNAKAN BAHAN SUTERA

Fatihaturahmi Fatihaturahmi, Sri Zulfia Novrita

Abstract


Abstrak

Penggunaan ekstrak zat warna alam sebagai pewarnaan tekstil karena menghasilkan warna yang khas dan ramah lingkungan salah satunya adalah daun sawo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nama warna (Hue), gelap terang (Value) serta kerataan warna serta perbedaan mordan tawas dan kapur sirih terhadap hasil pencelupan ekstrak daun sawo menggunakan bahan sutera. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen. Data yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari 18 panelis, kemudian data yang terkumpul diolah dan dianalisis menggunakan uji Friedman K-related sample serta menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 16.0. Pencelupan bahan sutera dengan ekstrak daun sawo masing-masing tanpa mordan menghasilkan warna Canary Yellow dengan kode #EAF59A serta Value sangat terang dan cukup terang dan kerataan warna yang rata, mordan tawas menghasilkan warna Canary Yellow dengan kode #FFFF53 serta Value terang dan memiliki kerataan warna yang rata, serta mordan kapur sirih menghasilkan warna Dark Golden Rod dengan kode #D3820B serta Value kurang terang dan kerataan warna yang dihasilkan rata. Hasil penelitian data gelap terang warna (Value) yaitu 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh perbedaan yang signifikan mordan tawas dan kapur sirih terhadap hasil pencelupan. Pada kerataan warna menunjukkan hasil 0,063 > 0,05 yang artinya Ho diterima. Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan mordan tawas dan kapur sirih terhadap hasil pencelupan ekstrak daun sawo menggunakan bahan sutera.

Kata Kunci: daun sawo, tawas, kapur sirih.

Abstract

The use of extracts of natural dyes as textile coloring because it produces a distinctive and environmentally friendly color, one of which is brown leaves. The purpose of this study was to describe the name of color (Hue), darkness of light (Value) and evenness of color as well as differences in mordan alum and whiting to the results of dyeing sapodilla leaf extract using silk material. This type of research is an experiment. The data used are primary data sourced from 18 panelists, then the collected data is processed and analyzed using the Friedman K-related sample test and using the SPSS application (Statistical Product and Service Solutions) version 16.0. Dyeing of silk material with sapodilla leaf extract without mordan produced Canary Yellow color with code # EAF59A and Value very bright and quite bright and even color evenness, mordan alum produced Canary Yellow colors with code # FFFF53 and bright values and had evenness the flat, and the betel mordan produces the Dark Golden Rod color with code # D3820B and the Value is less bright and the flatness of the resulting color is even. The results of the study of dark light colors (Value) are 0,000 <0,05 which means that Ho is rejected. This means that there are significant effects of mordan alum and whiting on the results of dyeing. The color flatness shows the results of 0.063> 0.05, which means that Ho is accepted. This means that there is no significant effect of mordan alum and whiting on the results of dyeing sapodilla leaf extract using silk.

Keywords: sapodilla leaves, alum, betel lime.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13606

Refbacks

  • There are currently no refbacks.