HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KESEHATAN MENTAL SISWA SMP NEGERI 21 SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.24114/aaxad325Kata kunci:
Hubungan, Aktivitas Fisik, Kesehatan MentalAbstrak
Penelitian korelasional deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan mental positif pada 162 siswa SMP Negeri 21 Surabaya. Pengambilan data menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire – Short Form (IPAQ-SF) dan Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF). Hasil uji normalitas menunjukkan kedua variabel tidak berdistribusi normal, sehingga uji korelasi menggunakan analisis non-parametrik Spearman’s rho. Ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kesehatan mental positif siswa (p = 0,029). Namun, hubungan tersebut menunjukkan arah negatif (ρ = –0,171) , yang berarti semakin tinggi aktivitas fisik yang dilakukan siswa, maka semakin rendah tingkat kesehatan mental positif yang mereka miliki. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesehatan mental positif siswa dipengaruhi oleh faktor multidimensional dan bersifat kontekstual, tidak hanya ditentukan oleh aktivitas fisik semata, melainkan juga oleh faktor lingkungan sekolah, tekanan akademik, dukungan sosial, dan keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa program aktivitas fisik di sekolah perlu dirancang secara seimbang, menyenangkan, dan tidak membebani siswa agar dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap kesejahteraan mental mereka siswa.
Referensi
Alfikalia. (2020). Kesehatan Mental dan Academic Adjustment Mahasiswa Universitas Paramadina pada Masa Belajar di Rumah. 76.
Ayu, I. G., Satya, P., Made, D., & Dwi, A. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kesehatan Mental pada Remaja Jurnal ILKES ( Jurnal Ilmu Kesehatan ). 14(1), 11–19.
Biddle, S. J. H., & Asare, M. (2011). Physical activity and mental health in children and adolescents: a review of reviews. British Journal of Sports Medicine, 45(11), 886–895.
Desfiani Fatimah, S. D., Noorlaila Isti’adah, F., & Sulistiana, D. (2025). Adaptasi Alat Ukur Mental Health Continuum-Short Form (Mhc-Sf) Untuk Siswa Sma Sederajat. Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 5(1), 11–26. https://doi.org/10.56185/jubikops.v5i1.904
Dharmansyah, D., & Budiana, D. (2021). Indonesian Adaptation of The International Physical Activity Questionnaire (IPAQ): Psychometric Properties. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 7(2), 159–163. https://doi.org/10.17509/jpki.v7i2.39351
Guszkowska, M. (2004). Effects of exercise on anxiety, depression and mood. Psychiatria Polska, 38(4), 611–620.
Keyes, C. L. M., Wissing, M., Potgieter, J. P., Temane, M., Kruger, A., & Van Rooy, S. (2008). Evaluation of the mental health continuum–short form (MHC–SF) in setswana‐speaking South Africans. Clinical Psychology & Psychotherapy, 15(3), 181–192.
Laksmi, I., & Jayanti, D. (2023). Hubungan aktivitas fisik dengan kesehatan mental pada remaja. Jurnal Ilmu Kesehatan, 14(1), 11–19.
Lubans, D., Richards, J., Hillman, C., Faulkner, G., Beauchamp, M., Nilsson, M., Kelly, P., Smith, J., Raine, L., & Biddle, S. (2016). Physical activity for cognitive and mental health in youth: a systematic review of mechanisms. Pediatrics, 138(3), e20161642.
Maksum, A. (2009). Buku Ajar Mata Kuliah Metodologi Penelitian Dalam Olahraga. Surabaya: Fik Unesa.
Negara J. C, Hamidi A, & Paramitha S. T. (2024). Pengaruh Aktivitas Fisik dan Perilaku Sedentari pada Kesehatan Mental Anak-anak. Jurnal Pendidikan Olahraga, 14(3), 127–135.
Perwitasari, Wulandari, R. P., Tarnoto, T., & Tiyas, A. H. (2024). Validitas Dan Reliabilitas Kuesioner Mental Health Continuum Short Form (Mhc-Sf) Pada Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5, 2783–2791.
Purnama, H., & Suhada, T. (2019). Tingkat aktivitas fisik pada lansia di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal), 5(2), 102–106.
Puspitasari, A. D., Ridwan, M., & Hidayat, T. (2025). Hubungan Aktivitas Fisik dan Waktu Layar Terhadap Kesehatan Mental. 6(8), 4124–4132.
Qory, T. R. (2023). INTERVENSI AKTIVITAS FISIK TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA : LITERATUR REVIEW Qory Tifani Rahmatika PHYSICAL ACTIVITY INTERVENTIONS ON ADOLESCENT MENTAL HEALTH : A. 09(01), 14–24.
Salistia, Budi, Y., Fitria, Y., & Damayanti, E. (2024). Upaya Peningkatan Kesehatan Mental pada Usia Remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS), 2(2), 17–24. http://jurnal.stikesbanyuwangi.ac.id/index.php/judimas/home
Strong, W. B., Malina, R. M., Blimkie, C. J. R., Daniels, S. R., Dishman, R. K., Gutin, B., Hergenroeder, A. C., Must, A., Nixon, P. A., & Pivarnik, J. M. (2005). Evidence based physical activity for school-age youth. The Journal of Pediatrics, 146(6), 732–737.
Undang-Undang No.20 Tahun 2003, Pub. L. No. 20. https://share.google/pUzBVZCKtYN6RpAwa
Wewengkang, R. B. E., Kairupan, B. H. R., & Munayang, H. (2024). Hubungan antara Aktivitas Fisik dan Kecemasan pada Remaja di SMP Katolik Santa Theresia Malalayang. E-CliniC, 12(1), 35–39.
World Health Organization 2025. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
Yunere, F., Anggraini, M., & Yuliana Vitri, C. (2021). Hubungan Dukungan Teman Sebaya Dan Lingkungan Sekolah Dengan Gangguan Mental Emosional Pada Remaja Di Smk Kosgoro 2 Payakumbuh Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(4), 275–284. https://doi.org/10.31004/jkt.v2i4.3175
Zenic, N., Taiar, R., Gilic, B., Blazevic, M., Maric, D., Pojskic, H., & Sekulic, D. (2020). Levels and changes of physical activity in adolescents during the COVID-19 pandemic: contextualizing urban vs. rural living environment. Applied Sciences, 10(11), 3997.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Pedagogik Olahraga is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.