UPAYA MENINGKATKAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN MENGGUNAKAN METODE WEIGHT TRAINING PADA ATLET KARATE DOJO LANGKISAU KARATE CLUB PAINAN
DOI:
https://doi.org/10.24114/qh4c6y58Kata kunci:
Weight Training, Arm Muscle Explosive Power, Karate, Two Hand Medicine Ball Put Test.Abstrak
Penelitian ini diinisiasi oleh rendahnya daya ledak otot lengan yang dimiliki oleh para atlet di Dojo Langkisau Karate Club. Oleh karena itu, diperlukan sebuah metode latihan yang tepat guna mendongkrak performa fisik mereka. Penelitian ini diproyeksikan untuk menguji efektivitas weight training (latihan beban) dalam meningkatkan daya ledak otot lengan atlet di klub tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilaksanakan di Dojo Langkisau Karate Club pada bulan Maret sampai April 2026 dengan alokasi latihan selama 8 kali pertemuan. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 50 atlet, dengan 30 atlet dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Adapun kriteria penentuan sampel tersebut meliputi usia 13–17 tahun, aktif dalam latihan rutin, memiliki kondisi jasmani yang sehat, serta berkomitmen untuk mengikuti seluruh tahapan penelitian. Instrumen yang digunakan untuk mengukur daya ledak otot lengan adalah Two Hand Medicine Ball Put Test. Data dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample t-Test pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test daya ledak otot lengan sebesar 3,15 meter, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 3,46 meter. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi weight training berkontribusi positif terhadap peningkatan daya ledak otot lengan peserta. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa weight training berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya ledak otot lengan pada atlet Karate Dojo Langkisau Karate Club.
Referensi
Abdurrojak, H., & Imanudin, I. (2016). Hubungan Antara Reaction Time Dan Kekuatan Maksimal Otot Lengan Dengan Kecepatan Pukulan Pada Cabang Olahraga Tinju. Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan, 1(2), 53.
Azidman, L. (2017). Profil Kondisi Fisik Pemain Sepakbola SMA Negeri 1 Kaur. 1(1), 35–39.
Bompa, T. O. (2009). Periodization: theory and methodology of training. Human Kinetics.
Cakrawijaya, M. H. (2020). Pengaruh Latihan Hurdle Jump Terhadap Kemampuan Mawashi Geri Cabang Olahraga Karate Pada Mahasiswa Universitas Megarezky.
Dlis, F. (2022). Filsafat Ilmu Dalam Variabel. Media Edu Pustaka.
Downey, J., & Brodie, D. (2008). Get Fit For Badminton. Pelham.
Giechaskiel, B. (2020). Merancang Program Latihan Beban Berdasarkan Prinsip- Prinsip Dasar. Jurnal Penelitian Olahraga, 7(1), 22–31. https://doi.org/10.18488/journal.90.2020.71.22.31
Herlina, H., Burhan, Z., Ashari, L. H., & Nulhadi, A. (2023). Pelatihan Cabang Olahraga Beladiri Karate Praya Tengah. DEVOTE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2(1), 46–53.
Iba, Z. (2023). Metode Penelitian.
Lamusu, Z. A., Pou, G., Studi, P., Jasmani, P., & Gorontalo, U. N. (2025). Pengaruh Latihan Power Otot Lengan Terhadap Kecepatan Pukulan Chudan Tsuki Pada Cabang Olahraga Bela Diri Karate. 2(3), 607–611.
Milana, M., Yunus, M., & Widiawai, P. (2022). Survei Kondisi Fisik Atlet U 16 SSB Porwing Putri Kab. Banyuwangi. 4(7), 608–615.
Muammar, Munzir, dan Z. R. (2021). Hambatan Latihan Atlet Pon Muay Thai Aceh Dimasa Pandemi Covid-19. 2, 1–23.
Purnomo, M., & Kes, M. (n.d.). Pengaruh Latihan Medicine Ball Throw Terhadap Kekuatan Otot Lengan. 1–5.
Ridwan, M. (2020). Jurnal performa olahraga.
Soniawan, V., & Irawan, R. (2018). Metode Bermain Berpengaruh Terhadap Kemampuan Long Passing Sepakbola. 42–49.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Pendidikan.
Telew, A. J., Langitan, F. W., Sumendap, N., Keolahragaan, F. I., & Manado, U. N. (2023). Tinjauan Kondisi Fisik Atlet Karate (Inkai) Di Dojo Ponompiaan Kabubaten Bolaang Mongondow. 04(01).
Wulansari, D. L. (2018). Survei Kondisi Fisik Atlet Karate Putri Junior Perguruan Inkanas Dojo Wlingi, Kabupaten Blitar. 1–12.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Pedagogik Olahraga is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.