PENGARUH LATIHAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN SHOOTING TIM FUTSAL SMPN 1 SAWAHLUNTO
DOI:
https://doi.org/10.24114/dsx8xq53Kata kunci:
Daya Ledak Otot Tungkai, Shooting, FutsalAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kemampuan shooting pemain futsal SMP Negeri 1 Sawahlunto, baik dari segi akurasi maupun kekuatan tendangan, yang diduga berkaitan dengan belum maksimalnya daya ledak otot tungkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan shooting tim futsal SMP Negeri 1 Sawahlunto. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 38 siswa peserta ekstrakurikuler futsal, sedangkan sampel berjumlah 15 pemain yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perlakuan berupa latihan daya ledak otot tungkai diberikan selama empat minggu dengan delapan kali pertemuan latihan, sedangkan kemampuan shooting diukur menggunakan tes menendang bola ke sasaran sebanyak sepuluh kali kesempatan pada tiga titik yang berbeda. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Liliefors dan uji-t sampel berhubungan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata pretest sebesar 40,8 meningkat menjadi 59,2 pada posttest, dengan nilai thitung sebesar 28,55 lebih besar daripada ttabel sebesar 1,76. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan daya ledak otot tungkai terhadap peningkatan kemampuan shooting tim futsal SMP Negeri 1 Sawahlunto.
Referensi
Arib, M. F., Rahayu, M. S., Rusdy, A. S., & Afgani, M. W. (2024). Experimental research dalam penelitian pendidikan. Journal of Social Science Research, 4, 5497–5511.
Frayogha, J., & Afrizal. (2020). Pengaruh latihan daya ledak otot tungkai terhadap akurasi shooting pemain futsal. Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, 1(2015), 919–931.
Kurniawan, S., Iqbal, M., & Suyatno. (2021). Hubungan kekuatan otot tungkai dengan ketepatan shooting dalam permainan futsal. Seminar Nasional STKIP Kusuma Negara 2021, 98–99.
Mahendra, Y., Rijaluddin, K., & Darminto, A. (2025). Analisis kondisi fisik terhadap kemampuan shooting pada permainan futsal SMA Negeri 18 Bone. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 3636–3642.
Mardiansah, A., Kiram, Y., Yenes, R., & Arifan, I. (2022). Hubungan daya ledak otot tungkai dan koordinasi mata kaki terhadap akurasi shooting pada cabang olahraga futsal atlet klub Satelite Futsal Padang. Jurnal Performa Olahraga, 7(2), 302–315.
Narlan, A., Juniar, D. T., & Millah, H. (2017). Pengembangan instrumen keterampilan olahraga futsal. Jurnal Siliwangi: Seri Pendidikan, 3(2), 130–140.
Rasyd, H., Atiq, A., & Hidasari, F. P. (2019). Tingkat keterampilan teknik dasar futsal ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Galing Kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 8(10), 1–12.
Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan populasi dan sampel: Pendekatan metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9, 2721–2731.
Suriani, N., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Konsep populasi dan sampling serta pemilihan partisipan ditinjau dari penelitian ilmiah pendidikan. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 24–36.
Syafruddin. (2017). Disiplin atlet dalam latihan. Jurnal Sporta Saintika, 2(1), 240–251.
Wulandari, I., & Arnando, M. (2019). Kontribusi daya ledak otot lengan terhadap kecepatan service tennis. Jurnal Performa, 4(1), 19–28.
Yunita, E., Suherman, A., & Dinangsit, D. (2023). Latihan plyometric dan daya ledak terhadap shooting permainan futsal. Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha, 10(3), 201–206.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Pedagogik Olahraga is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






