PROFIL KONDISI FISIK PEMAIN FUTSAL SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 BENGKULU UTARA
DOI:
https://doi.org/10.24114/Kata kunci:
Futsal; Kondisi Fisik; Daya Tahan; Kecepatan; Kelincahan; Daya Ledak Otot TungkaiAbstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi fisik pemain futsal SMA Negeri 2 Bengkulu Utara berdasarkan empat komponen, yaitu daya tahan aerobik, kecepatan, kelincahan, dan daya ledak otot tungkai. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh 20 pemain ekstrakurikuler futsal yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen pengukuran meliputi Yo-Yo Test untuk daya tahan, lari sprint 20 meter untuk kecepatan, Illinois Agility Run untuk kelincahan, dan Standing Broad Jump untuk daya ledak otot tungkai. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan dikategorikan ke dalam lima tingkatan. Hasil menunjukkan kondisi fisik keseluruhan berada pada kategori sedang, yakni 13 pemain (65%); 3 pemain (15%) berkategori baik dan 4 pemain (20%) berkategori kurang. Pada daya tahan, 10 pemain (50%) berada pada kategori kurang dan 9 pemain (45%) kurang sekali. Kecepatan relatif baik: 11 pemain (55%) baik sekali dan 9 pemain (45%) baik. Kelincahan menjadi kelemahan utama, dengan 14 pemain (70%) berkategori kurang sekali. Daya ledak otot tungkai relatif baik: 10 pemain (50%) baik sekali dan 7 pemain (35%) baik. Temuan ini menunjukkan perlunya program latihan yang memprioritaskan daya tahan dan kelincahan, sambil mempertahankan kecepatan serta daya ledak otot tungkai.
Referensi
Bangsbo, J., Iaia, F. M., & Krustrup, P. (2008). The Yo-Yo Intermittent Recovery Test: A Useful Tool For Evaluation Of Physical Performance In Intermittent Sports. Sports Medicine, 38(1), 37–51.
Bafirman, H. B., & Wahyuri, A. S. (2019). Pembentukan Kondisi Fisik. Rajawali Pers.
Fenanlampir, A., & Faruq, M. M. (2015). Tes Dan Pengukuran Dalam Olahraga. Andi.
Kusuma, I. D. M. A. W. (2021). Teknik Yang Paling Dominan Pada Pertandingan Futsal Putra Profesional. Jurnal Keolahragaan, 9(1), 18–25.
Kusuma, I. D. M. A. W., & Irawan. (2022 Teknik Yang Paling Dominan Pada Pertandingan Futsal Putra Profesional.
Mulyono, A. (2017). Buku Pintar Futsal. Anugrah.
Naser, N., Ali, A., & Macadam, P. (2017). Physical and physiological demands of futsal. Journal of Exercise Science and Fitness, 15(2), 76–80. https://doi.org/10.1016/j.jesf.2017.09.001
Nurhasan, & Cholil, H. (2007). Tes dan pengukuran keolahragaan. FPOK-UPI.
Rosmawati, F. U. (2016). Hubungan daya ledak otot tungkai dengan kemampuan shooting pemain club futsal Sekolah Menengah Kejuruan Nusatama Padang. Jurnal Menssana, 1(2), 11–19.
Sidik, D. Z. (2019). Pelatihan Kondisi Fisik. Remaja Rosdakarya.
Sukadiyanto, & Muluk, D. (2010). Pengantar Teori Dan Metodologi Melatih Fisik. Lubuk Agung.
Sulistiyono. (2020). Profil kondisi fisik: Kecepatan, daya tahan, kelincahan, dan daya ledak siswa sekolah sepakbola kelompok 15 tahun tingkat elit dan non elit di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. MEDIKORA, 19(1), 33–39.
Ulfiansyah, F. N., Rustiadi, T., & Hartono, M. (2018). The Effects of Agility Exercise and Eye-Foot Coordination against The Dribbling Capability Football Training Players Bintang Pelajar. Journal of Physical Education and Sports, 7(2), 129-133.
Winarno, M. E. (2013). Metodologi Penelitian Dalam Pendidikan Jasmani. Universitas Negeri Malang
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Pedagogik Olahraga is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas penulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.






