Intermittent Fasting sebagai Intervensi Diet: Efek terhadap Kesehatan dan Penurunan Berat Badan
Authors
Nur Dia Safira
Universitas Negeri Surabaya
Abstract
ABSTRAK : Intermittent fasting (IF) telah menjadi metode diet yang populer dan efektif dalam meningkatkan kesehatan metabolik serta mendukung penurunan berat badan. Metode ini melibatkan pembatasan waktu makan, di mana individu mengonsumsi makanan dalam jendela waktu tertentu, seperti 8 jam sehari, diikuti dengan periode puasa selama 16 jam. Penelitian menunjukkan bahwa IF dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan memperbaiki profil lipid dalam darah. Selain itu, IF berpotensi menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Proses autofagi yang dipicu oleh IF juga berkontribusi pada perbaikan sel dan pengurangan peradangan, serta meningkatkan fungsi kognitif. Dalam studi ini, kami menganalisis berbagai penelitian yang mengevaluasi efek IF pada kesehatan metabolik dan perubahan berat badan. Hasil menunjukkan bahwa IF tidak hanya efektif dalam menurunkan berat badan, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan parameter metabolik seperti kadar gula darah dan kolesterol. Dengan meningkatnya prevalensi obesitas dan gangguan metabolik di seluruh dunia, IF menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk pengelolaan berat badan yang berkelanjutan dan peningkatan kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, IF dapat dianggap sebagai strategi diet yang relevan dan bermanfaat bagi individu yang ingin meningkatkan kesehatan mereka secara menyeluruh.
Kata kunci : intermittent fasting, kesehatan metabolik, penurunan berat badan, obesitas, profil lipid.