Hubungan Aktivitas Fisik dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Usia Dewasa di Dusun Gumuk Tirtoadi Mlati Sleman Yogyakarta

Authors

  • Anisa Rahma Siwi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta 55295
  • Agung Nugroho Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta 55295
  • Khoirun Nisa Alfitri Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta 55295

Abstract

ABSTRAK: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan perhitungan dengan cara sederhana untuk melakukan pemantauan status gizi dewasa yang berkaitan dengan kurang dan lebihnya berat badan seseorang dengan komponen berat badan dan tinggi badan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi IMT salah satunya yaitu aktivitas fisik. Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang mengeluarkan energi sehingga menyebabkan pembakaran kalori yang diperlukan. Semakin berat dan lama aktivitas fisik, maka semakin tinggi energi yang diperlukan. Metode penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah usia dewasa sebanyak 60 orang menggunakan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah responden usia dewasa dengan kriteria inklusi merupakan warga Dusun Gumuk, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, berusia 20-50 tahun, bersedia menjadi responden dan dapat berkomunikasi dengan baik. Kriteria eksklusi penelitian ini yaitu responden dengan kondisi hamil dan tidak bisa berdiri tegak maka responden tidak dapat berpartisipasi dalam penelitian meskipun memenuhi syarat kriteria inklusi. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner, alat timbangan injak digital dan stadiometer. Analisis data menggunakan uji Fisher Exact. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh pada usia dewasa di Dusun Gumuk, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta dengan perolehan data signifikansi p value 0.269 (p>0.05). Kata kunci: Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh, Usia Dewasa

Published

2026-01-31