Hubungan Antara Frekuensi Konsumsi Junk Food dan Kualitas Tidur terhadap Status Gizi Mahasiswa Prodi Psikologi UIN Walisongo Semarang

Authors

  • Fikri Azizah Program Studi Gizi UIN Walisongo Semarang
  • Zana Fitriana Octavia Program Studi Gizi UIN Walisongo Semarang
  • Moh Arifin Program Studi Gizi UIN Walisongo Semarang

Abstract

ABSTRAK: Usia dewasa merupakan kelompok yang rentan mengalami permasalahan gizi terkait asupan makanan yang tidak sesuai kebutuhan, gaya hidup dan tekanan dalam pembelajaran yang secara tidak langsung berdampak pada perubahan kebiasaan makan sehingga berpengaruh terhadap status gizi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan frekuensi konsumsi junk food dan kualitas tidur terhadap status gizi mahasiswa prodi psikologi UIN Walisongo Semarang. Desain penelitian yang digunakan yakni cross-sectional. Populasi yang digunakan yaitu mahasiswa prodi psikologi UIN Walisongo Semarang angkatan tahun 2022 dengan sampel sebanyak 66 mahasiswa yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dengan metode random sampling. Data pada penelitian ini diperoleh secara langsung dengan menggunakan kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index), timbangan berat badan dan microtoise. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji korelasi gamma. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki status gizi normal (47%), frekuensi konsumsi junk food tergolong sering (71,2%) serta memiliki kualitas tidur sedang (75,8%). Hasil uji statistik yang diperoleh yakni hubungan antara konsumsi junk food dengan status gizi (p=0,520) dan hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi (p=0,676). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi junk food dengan status gizi dan tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi mahasiswa prodi Psikologi UIN Walisongo Semarang. Kata kunci: status gizi, junk food, kualitas tidur

Downloads

Published

2026-01-31