The Impact of Rob Flood and Community Adaptation in Coastal Area of Medan Belawan, Medan City, North Sumatra, Indonesia

Riki Rahmad, Budi Rahmah Panjaitan, Denara Silaban, Mugi Rahayu Muladi

Abstract


This study aims to determine the impact of rob flood and adaptation of coastal communities in Medan Belawan District Medan City. The research method used is descriptive qualitative research method. The direct location of flooding review is at Jalan Serdang which belongs to Belawan I urban village. The result shows that the rob flood that hit Medan Belawan District has varying height. Several villages affected by the flood were Belawan I, Belawan II, Belawan Bahagia, Belawan Bahari, Belawan Sicanang and Bagan Deli. Rob flood occurs twice a day at around 02.00 am and 13.00 pm to 16.00 pm. Rob floods give impacts of damage to buildings especially shelter, increased salinity of water resources, damage to pond land, damage to work equipment or vehicles used by everyday people. Rob floods also disrupt the activities of fishers and traders because when the floods occur, fishers are forced to stop while fishing and income is reduced, as well as the supply of fish to the market. Community adaptation to rob floods in Medan Belawan District is adaptation to residential buildings and adaptation to the availability of clean water sources.

Key words: coastal communities, rob flood, adaptation

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  dampak banjir rob dan adaptasi masyarakat kawasan pesisir di Kecamatan Medan Belawan Kota Medan. Metode penelitian yang  digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif . Lokasi langsung peninjauan banjir ialah di Jalan Serdang yang termasuk kedalam Kelurahan Belawan I. Hasil penelitian menunjukkna bahwa banjir rob yang melanda Kecamatan Medan Belawan mempunyai ketinggian yang bervariasi. Beberapa kelurahan yang terkena banjir rob antara lain Kelurahan Belawan I, Kelurahan Belawan II, Kelurahan Belawan Bahagia, Kelurahan Belawan Bahari, Kelurahan Belawan Sicanang dan Kelurahan Bagan Deli. Banjir rob terjadi dua kali dalam sehari yakni sekitar pukul 02.00 pagi dan 13.00 siang hingga pukul 16.00 sore hari. Banjir rob memberikan dampak berupa kerusakan bangunan khususnya tempat tinggal, salinitas sumber air meningkat, kerusakan lahan tambak, kerusakan pada peralatan kerja atau kendaraan yang digunakan masyarakat sehari-sehari. Banjir rob juga mengganggu aktivitas nelayan  dan pedagang karena saat banjir terjadi, nelayan terpaksa berhenti sementara melaut dan penghasilan pun berkurang, begitu juga dengan pasokan ikan ke pasar. Adaptasi yang dilakukan masyarakat terhadap banjir rob di Kecamatan Medan Belawan antara lain adaptasi pada bangunan tempat tinggal dan adaptasi pada ketersediaan sumber air bersih.

Kata kunci : masyarakat pesisir, banjir rob, adaptasi


Full Text:

PDF

References


Asdak, C. (2002). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai. Gadjah Mada University Press.

Detik.com . 2017. Banjir Rob di Belawan Sumut, Ratusan Rumah Terendam. https://news.detik.com/berita/d-3485681/banjir-rob-50-cm-di-belawan-sumut ratusan-rumah-terendam accessed on May 10, 2017

Syah, A. F. (2012). STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR BANGKALAN TERHADAP DAMPAK BANJIR ROB AKIBAT PERUBAHAN IKLIM. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 5(2), 167-174.

Fahrurrozie. 2014. Evaluasi Tinggi Tanggul Banjir Rob Muara Sungai Belawan. University of North Sumatra, Medan

Gunawan, B. 2008. Kenaikan Muka Air Laut dan Adaptasi Masyarakat. http://www.walhi.or.id/index. php?option=com_content&view=article&id=52 0:kenaikan-muka-airlaut-danadaptasi.artikel.html accessed on Mei 4, 2017

Gunawan, T., Santosa, L. W., Muta'ali, L., & Santosa, S. H. M. B. (2007). Pedoman survei cepat terintegrasi wilayah kepesisiran. Badan Penerbit dan Percetakan Fakultas Geografi.

Putra, D. R., & Marfai, M. A. (2012). IDENTIFIKASI DAMPAK BANJIR GENANGAN (ROB) TERHADAP LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN PADEMANGAN JAKARTA UTARA. Jurnal Bumi Indonesia, 1(1).

Suyono, S., & Takeda, K. (2003). Hidrologi untuk pengairan. Jakarta, Indonesia.

Sunarto. 2003. Geomorfologi pantai: Dinamika Pantai. Fakultas Geografi UGM. Yogyakarta.

Sunarto., 2001. Geomorfologi Kepesisiran dan Peranannya dalam Pembangunan Nasional Indonesia : Pidato Pengukuhan Jabatan Lektor Kepala Fakultas Geografi UGM. Fakultas Geografi. UGM.Yogyakarta

Rosni, R. (2017). ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN DI DESA DAHARI SELEBAR KECAMATAN TALAWI KABUPATEN BATUBARA. JURNAL GEOGRAFI, 9(1), 53-66.

Zebua, Y., Wildani, P. K., Lasefa, A., & Rahmad, R. (2017). FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN PESISIR PANTAI SRI MERSING DESA KUALA LAMA KABUPATEN SERDANG BEDAGAI SUMATERA UTARA. JURNAL GEOGRAFI, 9(1), 88-98.

Rahmad, R. (2016). IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI STRATEGI PENGELOLAAN PESISIR PURWOREJO-JAWA TENGAH (Studi Kasus: Areal Bekas Penambangan PT ANTAM). JURNAL GEOGRAFI, 8(1).




DOI: https://doi.org/10.24114/jg.v9i2.6902

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 21/KPT/2018

Copyright ©2019 Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan dan Ikatan Geograf Indonesia (IGI)

Creative Commons License


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.