Growable Shelter Framework for Post-Flood Disaster Reconstruction in Medan City
Keywords:
growable shelter, post-disaster reconstruction, resilient housing, Medan CityAbstract
Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Kota Medan dan menyebabkan kerusakan pada kawasan permukiman, terutama di daerah bantaran sungai yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Salah satu kawasan yang terdampak adalah Kampung Aur, yang ditandai oleh kepadatan penduduk tinggi, keterbatasan lahan, serta infrastruktur yang kurang memadai. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi rekonstruksi hunian yang tidak hanya mampu merespons kondisi pascabencana, tetapi juga dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun framework growable shelter sebagai alternatif rekonstruksi hunian pascabencana banjir di Kota Medan. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa penerapan konsep growable shelter dapat meningkatkan kemampuan adaptasi hunian terhadap risiko banjir sekaligus mendukung kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada kawasan Kampung Aur. Analisis dilakukan melalui kajian kondisi eksisting kawasan, kebutuhan hunian masyarakat, serta penerapan prinsip hunian resilien dan sistem modular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framework growable shelter yang mengintegrasikan struktur rumah panggung, pondasi mini pile, material modular ringan, dan konsep rumah tumbuh mampu meningkatkan ketahanan bangunan terhadap banjir serta memberikan fleksibilitas pengembangan hunian secara bertahap. Dengan demikian, growable shelter berpotensi menjadi solusi rekonstruksi pascabencana yang adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik permukiman rawan banjir di Kota Medan.

