PENGARUH PENGGUNAAN RAGI ALAMI EKSTRAK BUAH PEPINO (SOLANUM MARICATUM AITON) PADA PEMBUATAN KUE BIKA AMBON MEDAN TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN

Annisa Riana, Cucu Cahyana, Ridawati Ridawati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan ragi alami ekstrak buah pepino (Solanum Maricatum Aiton) pada pembuatan kue bikaambonmedan terhadap daya terima konsumen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan perbedaan persentase ragi yang digunakan dalam pembutan kue bika ambon medan yaitu persentase ragi 20%, 30%, dan 40%.Analisis organoleptik dilakukan menggunakan uji mutu hedonik terhadap warna, tekstur, aroma, rasa, dan serat dengan 5 skala penilaian dan dilakukan oleh 3 panelis terlatih. Berdasarkan hasil uji penggunaan ragi alami ekstrak buah pepino pada pembuatan kue bika ambon medan memiliki nilai rata-rata tertinggi pada aspek warna kulit bagian atas 4.3 warna kuning kecoklatan dan pada warna bagian dalam 2,6 warna kuning, Penilaian aspek tekstur kekenyalan dan kelembutan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada kue bikaambon medan dengan ragi alami ekstrak buah pepino yaitu 3 dan 2,6 yaitu dalam katagori kenyal dan lembut. Penilaian aspek aroma memiliki nilai rata-rata tertinggi terdapat pada kue bika ambon medan dengan ragi alami ekstrak buah pepino yaitu 2,6 dan 4 berada pada kategori beraroma daun jeruk dan tidak beraroma serai. Penilaian aspek serat nilai rata-rata tertinggi terdapat pada kue bika ambon maedan dengan ragi alami ekstrak buah pepino yaitu 3,3 berada pada kategori berserat halus. Hasil kue bika ambon medan yang diolah menggunakan adonan asam dari ragi ekstrakbuah pepino menunjukkan hasil uji hipotesis statistik signifikan tidak berbeda nyata (α=0,05). Secara statistik hasil uji organoleptik pada tingkat kesalahan 0,05 tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada aspek warna, tekstur, aroma, rasa, dan serat dari kue bika ambon medan yang diolah menggunakan adonan asam dari ragi ekstrak buah pepino.

Full Text:

PDF

References


Brummer, J.M, Lorenz, K. (1991). European Developments in Wheat Sourdough. Cereal Food World.

Chairy, & Syahrivar, J. (2019). Bika Ambon of Indonesia: History, culture, and its contribution to tourism sector. Journal of Ethnic Foods, 6(2), 2–7. https://doi.org/10.1186/s42779-019-0006-6

Faridah, A. (2005). Retrogenasi Bika Ambon. Journal Article, IPB.

Hendrasty, H. K. (2013). Bahan Produk Bakery. In Bahan Produk Bakery. Graha Ilmu.

Husnah, M., Barroroh, H., Hayati, E. K., Kimia, J., Sains, F., Islam, U., Maulana, N., & Ibrahim, M. (2009). IDENTIFIKASI DAN UJI AKTIVITAS GOLONGAN SENYAWA ANTIOKSIDAN EKSTRAK KASAR BUAH PEPINO ( Solanum muricatum Aiton ) BERDASARKAN VARIASI PELARUT. 6, 1–6.

Kiptiyah, S. Y., Utami, R., Her, N., Parnanto, R., Teknologi, J., Pertanian, H., Pertanian, F., Maret, U. S., Pepino, B., & Invert, G. (2013). Available online at Bahan Bahan yang digunakan adalah buah pepino yang dibeli di Hypermart Solo Square , Surakarta serta gula pasir ( sukrosa ), asam sitrat , aquadest , dan kapur sirih ( Ca ( OH ) 2 ). Bahan untuk analisa aktivitas antioksidan : 2 , 2-di. 2(2).

Lim, T. K., & PGRI. (2013). Solanum muricatum. In Edible Medicinal And Non-Medicinal Plants. https://doi.org/10.1007/978-94-007-5628-1_44

Sangjin Ko. (2012). Rahasia Membuat Roti Sehat & Lezat dengan Ragi Alami. Indonesia Tera.

Brummer, J.M, Lorenz, K. (1991). European Developments in Wheat Sourdough. Cereal Food World.

Chairy, & Syahrivar, J. (2019). Bika Ambon of Indonesia: History, culture, and its contribution to tourism sector. Journal of Ethnic Foods, 6(2), 2–7. https://doi.org/10.1186/s42779-019-0006-6

Faridah, A. (2005). Retrogenasi Bika Ambon. Journal Article, IPB.

Hendrasty, H. K. (2013). Bahan Produk Bakery. In Bahan Produk Bakery. Graha Ilmu.

Husnah, M., Barroroh, H., Hayati, E. K., Kimia, J., Sains, F., Islam, U., Maulana, N., & Ibrahim, M. (2009). IDENTIFIKASI DAN UJI AKTIVITAS GOLONGAN SENYAWA ANTIOKSIDAN EKSTRAK KASAR BUAH PEPINO ( Solanum muricatum Aiton ) BERDASARKAN VARIASI PELARUT. 6, 1–6.

Kiptiyah, S. Y., Utami, R., Her, N., Parnanto, R., Teknologi, J., Pertanian, H., Pertanian, F., Maret, U. S., Pepino, B., & Invert, G. (2013). Available online at Bahan Bahan yang digunakan adalah buah pepino yang dibeli di Hypermart Solo Square , Surakarta serta gula pasir ( sukrosa ), asam sitrat , aquadest , dan kapur sirih ( Ca ( OH ) 2 ). Bahan untuk analisa aktivitas antioksidan : 2 , 2-di. 2(2).

Lim, T. K., & PGRI. (2013). Solanum muricatum. In Edible Medicinal And Non-Medicinal Plants. https://doi.org/10.1007/978-94-007-5628-1_44

Sangjin Ko. (2012). Rahasia Membuat Roti Sehat & Lezat dengan Ragi Alami. Indonesia Tera.

Brummer, J.M, Lorenz, K. (1991). European Developments in Wheat Sourdough. Cereal Food World.

Chairy, & Syahrivar, J. (2019). Bika Ambon of Indonesia: History, culture, and its contribution to tourism sector. Journal of Ethnic Foods, 6(2), 2–7. https://doi.org/10.1186/s42779-019-0006-6

Faridah, A. (2005). Retrogenasi Bika Ambon. Journal Article, IPB.

Hendrasty, H. K. (2013). Bahan Produk Bakery. In Bahan Produk Bakery. Graha Ilmu.

Husnah, M., Barroroh, H., Hayati, E. K., Kimia, J., Sains, F., Islam, U., Maulana, N., & Ibrahim, M. (2009). IDENTIFIKASI DAN UJI AKTIVITAS GOLONGAN SENYAWA ANTIOKSIDAN EKSTRAK KASAR BUAH PEPINO ( Solanum muricatum Aiton ) BERDASARKAN VARIASI PELARUT. 6, 1–6.

Kiptiyah, S. Y., Utami, R., Her, N., Parnanto, R., Teknologi, J., Pertanian, H., Pertanian, F., Maret, U. S., Pepino, B., & Invert, G. (2013). Available online at Bahan Bahan yang digunakan adalah buah pepino yang dibeli di Hypermart Solo Square , Surakarta serta gula pasir ( sukrosa ), asam sitrat , aquadest , dan kapur sirih ( Ca ( OH ) 2 ). Bahan untuk analisa aktivitas antioksidan : 2 , 2-di. 2(2).

Lim, T. K., & PGRI. (2013). Solanum muricatum. In Edible Medicinal And Non-Medicinal Plants. https://doi.org/10.1007/978-94-007-5628-1_44

Sangjin Ko. (2012). Rahasia Membuat Roti Sehat & Lezat dengan Ragi Alami. Indonesia Tera.


Article Metrics

Abstract view : 137 times
PDF - 25 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.