HUBUNGAN STATUS GIZI, KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS-HEMODIALISA
DOI:
https://doi.org/10.24114/ztahda10Abstract
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah gangguan organ ginjal yang bersifat menetap (irreversible) dan membutuhkan subtitusi ginjal salah satunya terapi hemodialisa. Hemodialisa secara rutin menimbulkan penurunan status gizi berupa malnutrisi yang berkaitan erat dengan tingkat morbiditas, mortalitas dan berkontribusi pada penurunan kadar hemoglobin dalam darah . Malnutrisi dan anemia pada pasien PGK-HD menyebabkan kelelahan, penurunan kemampuan kapasitas latihan, penurunan kemampuan kognitif dan gangguan imunitas yang berujung pada menurunya kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi, kadar hemoglobin dengan kualitas hidup pasien PGK-HD di RSUD Singaparna Medika Citrautama. Desain penelitian ini adalah cross-sectional berbasis observasional. Jumlah sampel 47 pasien dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Penilaian status gizi menggunakan skrining Dyalisis Malnutrition Score (DMS) dan penilaian kadar hemoglobin menggunakan alat Hematology Analyzer. Kualitas hidup dinilai menggunakan formulir KDQoL- 36 (Kidney Disease Quality of Life)-36. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan status gizi dengan kualitas hidup (p=0,000) dan tidak ada hubungan kadar hemoglobin dengan kualitas hidup (p=0,541). Kondisi status gizi sangat berdampak pada kualitas hidup pasien PGK-HD. Namun kadar hemoglobin tidak memiliki korelasi yang bermakna terhadap kualitas hidup pasin PGK-HD. Peranan dari berbagai sektor seperti dokter, perawat, ahli gizi dan keluarga sangat penting guna meningkatkan kualitas hidup pasien PGK-HD.
Kata Kunci : Status Gizi, Kadar Hemoglobin, Kualitas Hidup, PGK, Hemodialisa