PEMANFAATAN SERAGAM KERJA SEBAGAI TEKS VISUAL DALAM PEMBELAJARAN LITERASI KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.24114/jmpsd.v2i5.71942Abstrak
Artikel ini membahas seragam pegawai Indomaret sebagai representasi visual yang membentuk identitas profesional melalui pendekatan semiotika, khususnya teori tanda dari Roland Barthes. Seragam, dalam konteks ini, tidak hanya dipandang sebagai pakaian fungsional, tetapi juga sebagai sistem tanda yang sarat makna sosial dan ideologis. Penelitian ini meninjau berbagai elemen visual—warna, bahan, potongan, aksesori, serta simbol-simbol korporat—untuk mengidentifikasi bagaimana masing-masing elemen tersebut berkontribusi terhadap konstruksi citra pekerja ritel yang ideal menurut institusi. Warna biru dominan, misalnya, tidak hanya menyimbolkan ketenangan dan kepercayaan, tetapi juga mengukuhkan citra profesionalisme dan keteraturan yang menjadi nilai korporat. Selain itu, keseragaman dalam desain juga menciptakan homogenisasi identitas yang mendukung kontrol institusional dan pembentukan identitas kolektif. Dalam analisisnya, artikel ini juga menyoroti bagaimana seragam berfungsi sebagai bentuk komunikasi non-verbal antara pegawai dan konsumen, serta bagaimana ia memainkan peran dalam relasi kuasa antara institusi dan individu. Dengan demikian, seragam Indomaret bukan semata produk tekstil, melainkan juga wacana visual yang merepresentasikan nilai, peran, dan posisi individu dalam struktur sosial yang lebih luas. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana tanda-tanda visual dalam dunia kerja ritel turut mengonstruksi realitas sosial dan identitas profesional dalam masyarakat kontemporer.Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nanda Tiara Arfiani, Syafrina Ulfa, Nur sakinah Apriani, Yohantio Pantarihe Sihite

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







