GAMBARAN KELELAHAN EMOSIONAL MAHASISWA PERANTAU DAN TINJAUANNYA BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Authors

  • Husnia Hamdyah Univeristas Negeri Yogyakarta
  • Muhammad Nur Wangid Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.24114/gajz7b12

Abstract

Abstrak: Mahasiswa perantau merupakan kelompok yang rentan mengalami kelelahan emosional akibat tuntutan akademik yang berkelanjutan serta tantangan adaptasi sosial dan emosional d lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan tingkat kelelahan emosional mahasiswa perantau Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta serta meninjaunya berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif. Populasi penelitian meliputi seluruh mahasiswa perantau asal luar pulau Jawa di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, dengan sampel sebanyak 101 Mahasiswa yang dipilih menggunakan Teknik quota sampling. Instrumen penelitian berupa skala kelelahan emosional yang dikembangkan peneliti, terdiri dari 23 Item dan memiliki reliabelitas tinggi (Cornbach’s Alpha= 0,915). Analisis data dilakukan menggunakan statitik deskriptif dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelelahan emosional mahasiswa perantau secara umum berada pada kategori sedang. Secara deskriptif, mahasiswa laki-laki memiliki rata-rata kelelahan emosional yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa perempuan, namun hasil ini mengidentifikasikan bahwa kelelahan emosional dialami oleh mahasiswa perantau tanpa memandang jenis kelamin. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan kelelahan emosional pada mahasiswa perantau.

Kata Kunci: Kelelahan Emosional, Mahasiswa Perantau, Jenis Kelamin

References

Downloads

Published

2026-03-20

Issue

Section

Articles

How to Cite

GAMBARAN KELELAHAN EMOSIONAL MAHASISWA PERANTAU DAN TINJAUANNYA BERDASARKAN JENIS KELAMIN. (2026). JS (JURNAL SEKOLAH), 10(2), 487-494. https://doi.org/10.24114/gajz7b12