PERSEPSI GURU TERHADAP SASTRA ANAK DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN LITERASI MEMBACA: STUDI KUALITATIF TENTANG KEBUTUHAN DAN PRAKTIK DI SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.24114/jvtg3572Abstract
Abstract: This study aims to explore elementary school teachers' perceptions of the development and utilization of digital children's literature in supporting students' reading literacy. Using a descriptive qualitative approach, this study involved 12 teachers from five elementary schools in Banyumas Regency, Central Java, who were involved in a trial of the use of digital books based on reading literacy. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that teachers are in dire need of digital teaching materials that are interesting, contextual, and appropriate to children's development, to replace the limitations of conventional printed books. In practice, teachers use digital books to increase reading interest, expand vocabulary, and build students' critical thinking skills through multimodal and interactive reading experiences. However, teachers face significant challenges, such as limited digital infrastructure, low technological literacy, and suboptimal pedagogical training in the use of digital media. These findings emphasize the importance of systematic and collaborative support between content developers, policy makers, and teachers in creating a sustainable and inclusive digital literacy ecosystem.
Keyword: Teacher Perception, Digital Children's Literature, Reading Literacy, Qualitative Study, Elementary School.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru sekolah dasar terhadap pengembangan dan pemanfaatan sastra anak digital dalam mendukung literasi membaca siswa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini melibatkan 12 guru dari lima sekolah dasar di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang terlibat dalam uji coba penggunaan buku digital berbasis literasi baca. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sangat membutuhkan bahan ajar digital yang menarik, kontekstual, dan sesuai perkembangan anak, guna menggantikan keterbatasan buku cetak konvensional. Dalam praktiknya, guru menggunakan buku digital untuk meningkatkan minat baca, memperluas kosakata, dan membangun kemampuan berpikir kritis siswa melalui pengalaman membaca yang multimodal dan interaktif. Namun demikian, guru menghadapi tantangan signifikan, seperti keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi, serta belum optimalnya pelatihan pedagogis dalam penggunaan media digital. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sistematis dan kolaboratif antara pengembang konten, pemangku kebijakan, dan guru dalam menciptakan ekosistem literasi digital yang berkelanjutan dan inklusif.
Kata Kunci: Persepsi Guru, Sastra anak Digital, Literasi membaca, Studi Kualitatif, Sekolah Dasar
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Umi Khomsiyatun, Andayani, Sarwiji Suwandi, Atikah Anindyarini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Sekolah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













