Rebu dalam Sistem Kekerabatan Etnis Batak Karo di Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo

Jepri Andi Sinuraya, Waston Malau

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat etnis Karo terhadap adat rebu, bentuk hubungan sungkan (Avoidance Relationship) dan penyebab lunturnya adat istiadat rebu pada masyarakat etnis Karo di Desa Lingga. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh penulis melalui studi pustaka, wawancara dan dokumentasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 9 orang yang terdiri dari Kepala Desa Lingga, Sekretaris Desa, pemuka Agama, pemuda, budayawan dan warga desa Lingga. Berdasarkan data yang telah diperoleh oleh penulis, disimpulkan bahwa hampir seluruh masyarakat yang tinggal di Desa Lingga memahami adat rebu dan sebagian besar masyarakat masih menjalankan adat rebu tersebut. Bentuk hubungan sungkan (avoidance relationship) atau yang pada adat suku Karo disebut rebu merupakan bentuk aturan bersikap atau berprilaku antara mertua dan menantu dan sebaliknya (kela – mami dan mama – permain), antara hubungan ­yang berbeda jenis kelamin namun tidak kandung (turangku). Penyebab lunturnya nilai-nilai adat pantang (rebu) dalam lingkup kekerabatan pada masyarakat desa Lingga disebabkan oleh perubahan dan tuntutan zaman yang memaksa masyarakat yang terlibat dalam sistem kekerabatan Karo untuk lebih menekankan nilai kemanusiaan dari pada nilai adat istiadat maupun Agama.

 


Keywords


Sistem Kekerabatan, Hubungan Sungkan, Rebu, Etnik Karo.

Full Text:

PDF

References


Bastomi, S. (1986). Kebudayaan Apresiasi Pendidikan Seni. Semarang: FKIP

Bangun, T. (1986). Adat dan Upacara Perkawinan Masyarakat Batak Karo. Jakarta: Kesaint Blanc.

Coomans, M. (1987). Manusia Daya Dahulu, Sekarang, Masa Depan. Jakarta: PT Gramedia.

Ginting, P, (2015). Spiritualitas Upacara Gendang Kematian Masyarakat. Karo Pada Era Globalisasi. Disertasi. Udayana.

Ihromi, TO. (2006). Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.

----------------------. (1993). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

--------------------. (1978). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

--------------------. (1967). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Pt Dian Rakyat

Moleong, L. (2010). Metodologi Penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja.

Muller, J, (2006). Perkembangan Masyarakat Lintas Ilmu. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Pandapotan, S. Khairat & Syahril. (2018) Inventarisasi Kearifan Lokal Etnis Karo dalam Pemanfaatan Etnobotani di Kabupaten Karo. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS). 1 (1): 43-50.

Pasaribu, P. dan Desi A. S., (2015). Kajian Antropologi Religi Masyarakat Karo tentang Upacara Mesai Nini di Kampung Kemiri Binjai, Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 1 (2): 133-147.

Peranginangin, M.L. (2004). Orang Karo Diantara Orang Batak. Jakarta: Pustaka Sora Mido.

Reusen, V. (1992). Perkembangan Tradisi dan Kebudayaan Masyarakat. Bandung: Tarsito

Rosramadhana, Tumbur S.S., Masta R.U.S.,Bangun Y., Dodor A.S., Jop R.P., (2016), Ritual Erpangir Ku Lau pada Etnis Karo di Desa Kuta Gugung Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo, Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 8 (1) (2016): 8-14.

Simarmata T. dan Erika AB., (2016). Makna Simbolis Upacara Cawir Bulung pada Masyarakat Suku Karo di Desa Seberaya, Kecamatan Tigapanah, Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 2 (2) (2016): 146-150.

Simarmata, T dan Feriel, A.S. (2015). Oukup Sebagai Pengobatan Tradisional Studi Antropologi Kesehatan Pada Masyarakat Karo, Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 1 (1): 34-41

Simarmata, T dan Yuni W.B.S., (2015), Eksistensi Warisan Budaya (Cultural Heritage) Sebagai Objek Wisata Budaya Di Desa Lingga Kabupaten Karo, Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 1 (2): 148-157.

Singarimbun, M. (1975). Kinship, Descent and Alliance Among the Karo Batak. USA: California University Press.

Soekanto, S. (1982). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Grafindo Persada.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sprdley, J. (2006). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Suharyanto, A. Ginting, D.Y. Rajagukguk, K.M.B. Pebrianti, N. Panggabean, R.M. Tanjung. S. (2018). Makna Pesta Kerja Tahun pada Masyarakat Karo Siosar Pasca Bencana Alam Gunung Sinabung. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 2 (1): 36-44.

Tarigan, S. (2008). Dinamika Orang Karo, Budaya dan Modernisme. Medan: Si BNB – BABKI.

Woollams, G. (2004). Tata Bahasa Karo. Medan: Bina Media Perintis.




DOI: https://doi.org/10.24114/gondang.v3i1.13018

DOI (PDF): https://doi.org/10.24114/gondang.v3i1.13018.g11382

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya
Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan
Universitas Negeri Medan, Jalan Willem Iskandar, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/DGD dan Email: gondang@unimed.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

ISSN : 2599 - 0594 (Print), ISSN: 2599 - 0543 (Online)