Studi Efektivitas Model Manajemen Pendidikan Seni Rupa

Osberth Sinaga

Abstract


Studi tentang manajemen pendidikan Seni Rupa dilakukan untuk memperoleh model manajemen pendidikan seni yang efektif. Sejak lama telah terjadi fenomena kegelisahan di dunia pendidikan tentang efektifitas proses pendidikan seni yang terkesan masih belum produktif dan efisien . Hal ini dapat dilihat pada proses-proses pendidikan di banyak sekolah, misalnya tentang penataan kurikulum, penyusunan perangkat pembelajaran, kesediaan tenaga guru yang masih banyak bukan dari lulusan yang sesui bidang setudi, materi dan peralatan yang belum memadai, serta sistem menejemen yang masih kurang efektif. Pendidikan seni yang efektif dibutuhkan inovasi manajemen yang baik pula. Untuk menciptakan sebuah manajemen pendidikan seni yang efektif dan baik sangat penting dalam melibatkan pakar atau ahli dibidangnya. Hal tersebut tentu niscaya akan mampu membawa hasil produk manajemen seni yang memiliki karakteristik dan berdampak pada implementasi yang sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran yang efektif. Manajemen dalam sebuah pendidikan seni merupakan kebutuhan untuk memudahkan pencapaian tujuan pendidikannya, serta dibutuhkan dalam mengelola segela sumber daya yang ada, misalnya seperti sarana prasarana, waktu, SDM, dan metode yang inovatif, efektif dan efisien. Berdasarkan hal-hal tersebut sangat penting melibatkan banyak pihak kususnya para ahli dibidang manajemen pendidikan seni yang akan dapat menghasilkan formulasi manajemen yang efektif dalam menjalankan kurikulum, sarana prasarana, dan tenaga pengajar yang sesuai dengan ciri khas pendidikan seni yang terprogram dalam fungsi manajemen pendidikan seperti : 1) perencanaan, 2) pengorganisasian, 3) pelaksanaan dan 4) evaluasi.


Keywords


Model, Manajemen, Pendidikan Seni, Efektivitas

Full Text:

PDF

References


David. R and Richard. M. B. (2007). People management teory and strategy. Jakarta: Kencana Permata.

Depdiknas. (2008). Kumpulan permendiknas tentang standar nasional pendidikan dirjen manajemen dikdasmen.

Gafar. M. F. N. (2007). Manajemen pendidikan ilmu dan aplikasi pendidikan. Ali M (penyunting). Cetakan ke I. Bandung. Pedogogo press.

Hadeli (2006). Metode Penelitian. Padang : Quantum Teaching.

Hartono, H. (2001). Organisasi Seni Pertunjukan (Kajian Manajemen)(the Organization of Performing Art (a Management Study). Harmonia Journal of Arts Research and Education, 2(2), 64394.

Harsey and Blanchard. (1992). Management and organizational behaviour. Jakarta: Erlangga.

Jhonson. R. K. 1989. The second language curiculum cambrige. Cambrige linguistics.

Kamil, mustofa. (2010). Model pendidikan dan pelatihan. Bandung: Alfabeta.

Kurniawan, B. (2017). Teori Kendala Sebagai Alat Pengukuran Kinerja. Jurnal Akuntansi Bisnis, 9 (2).

Kusumastuti, E. (2006). Laesan sebuah Fenomena Kesenian Pesisir: Kajian Interaksi Simbolik antara Pemain dan Penonton (Laesan, a Phenomenon of Beach Arts: A Study of Symbolic Interaction between The Players and Audiences). Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 7(3).

Margono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta:Rineka Cipta.

Muryadi, A. D. (2017). Model evaluasi program dalam penelitian evaluasi. Jurnal Ilmiah Penjas (Penelitian, Pendidikan Dan Pengajaran), 3(1).

Lampel, J., Lant, T., & Shamsie, J. (2000). Balancing act: Learning from organizing practices in cultural industries. Organization science, 11(3), 263-269.

Sudjana. 2000. Manajemen program pendidikan untuk pendidikan luar sekolah dan pengembangan SDM. Bandung: Falah Production.

Sudjana, D. 2007. Sistem dan manajemen pelatihan teori dan aplikasi. Bandung: falah production.

Suroso, P., Ritonga, D. I., Wiflihani, W., Mukhlis, M., & Satria, T. D. (2020). The Repertoire of Traditional Malay Ensemble as a Source of Violin Practice Learning Material. Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal, 3(4), 1750-1758.

Suroso, P. (2018). Tinjauan Bentuk dan Fungsi Musik pada Seni Pertunjukan Ketoprak Dor. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 2(2), 66-78.

Syafi’i. 2005. Profil pendidikan seni rupa SD kajian tanggapan guru SD di jawa tengah. Semarang: FBS




DOI: https://doi.org/10.24114/gondang.v6i1.34516

Article Metrics

Abstract view : 205 times
PDF - 107 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Follow us on instagram @jurnalgondang