PERAN CITRA DIRI DAN KOMPARASI SOSIAL TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA YANG BERPROFESI SEBAGAI MODEL DI KOTA DENPASAR
Abstract
Seorang remaja dengan profesinya sebagai model dituntut untuk memiliki kepercayaan diri guna memenuhi segala tuntutan dalam profesinya sebagai model dan proses melewati fase perkembangan remaja. Kepercayaan diri adalah keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk menyelesaikan suatu hal sesuai dengan kebutuhannya dan memperoleh apapun yang telah diharapkan. Kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya citra diri dan komparasi sosial. Penilaian yang diberikan remaja model kepada dirinya dan seberapa sering remaja model melakukan perbandingan dengan orang lain akan memengaruhi taraf kepercayaan dirinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran citra diri dan komparasi sosial terhadap kepercayaan diri remaja yang berprofesi sebagai model di Kota Denpasar. Subjek pada penelitian ini adalah 111 remaja berprofesi sebagai model di Kota Denpasar. Uji regresi berganda didapatkan hasil nilai koefisien regresi sebesar 0,842, nilai koefisien determinasi sebesar 0,708. Hal ini berarti citra diri dan komparasi sosial secara bersama-sama berperan terhadap kepercayaan diri. Koefisien beta terstandarisasi variabel citra diri sebesar 0,572 dan nilai koefisien beta terstandarisasi variabel komparasi sosial sebesar -0,334, menunjukkan bahwa citra diri berperan meningkatkan kepercayaan diri dan komparasi sosial berperan menurunkan kepercayaan diri remaja berprofesi sebagai model di Kota Denpasar. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa citra diri berperan lebih besar terhadap kepercayaan diri dibanding dengan peran komparasi sosial.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Acip Setiawan. (2007). Yuk Jadi Model. PT. Gramedia Pustaka Utama.
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic And Statistical Manual of Mental Disorder Edition “DSM-5.” American Psychiatric Publishing.
Anthony, R. (1992). Rahasia Membangun Kepercayaan Diri. Binarupa Aksara.
Anthony, R. (2009). Rahasia Puncak Percaya Diri Total. Mitra Sejati.
Appel, H., Gerlach, A. L., & Crusius, J. (2016). The interplay between Facebook use, social comparison, envy, and depression. Current Opinion in Psychology, 9(June), 44–49. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2015.10.006
Artaya. (2019). Perputaran Ekonomi di Sektor Fashion di Kota Denpasar Menjajikan. https://atnews.id/read/1617/perputaran-ekonomi-di-sektor-fashion-di-kota-denpasar-menjajikan
Azwar, S. (2015). Reliabilitas dan validitas (4th ed.). Pustaka Belajar.
Bali Sharing. (2020). Denpasar Fashion Show Digelar Virtual. https://www.balisharing.com/2020/12/26/denpasar-fashion-show-festival-2020-digelar-virtual/
Burn, R. B. (1993). Konsep Diri: Teori, Pengukuran, Perkembangan dan Perilaku. Archan.
Cash, T. F., & Pruzinsky, T. (2002). Body Image : A Handbook of Theory, Research, and Clinical Practice. Guilford Press.
Feist, Jess & Feist, G. J. (2010). Teori Kepribadian (7th ed.). Penerbit Salemba Humanika.
Festinger, L. (1954). A Theory of Social Comparison Processes. Human Relations, 7(2), 117–140. https://doi.org/10.1177/001872675400700202
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS 23. BPFE Universitas Diponegoro.
Ghufron, M. N., & Risnawati, R. (2012). Teori-teori Psikologi. Ar-Ruzz Media.
Gibbons, F. X., & Buunk, B. P. (1999). Individual differences in social, comparison: development and validation of a measure of comparison orientation. Journal of Personality and Social Psychology, 76(1), 129–142. https://doi.org/10.1037/0022-3514.76.1.129
Hakim, T. (2002). Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Puspa Swara.
Hurlock, E. . (2018). Perkembangan Anak (6th ed.). Erlangga.
jadimodel.com. (n.d.). Syarat Fisik Menjadi Model Fashion Indonesia. https://jadimodel.com/ilmu-modeling/syarat-fisik-menjadi-model-fashion-indonesia/
Jang, K., Park, N., & Song, H. (2016). Social comparison on Facebook: Its antecedents and psychological outcomes. Computers in Human Behavior, 62, 147–154. https://doi.org/10.1016/j.chb.2016.03.082
Lauster, P. (1992). Tes Kepribadian. PT. Bumi Aksara.
Locke, K. D. (2005). Connecting the horizontal dimension of social comparison with self-worth and self-confidence. Personality and Social Psychology Bulletin, 31(6), 795–803. https://doi.org/10.1177/0146167204271634
Oktaviani, S. (2019). Jakarta Fashion Week. Tribun News. https://www.tribunnewswiki.com/2019/06/28/jakarta-fashion-week
Pulford, B. D., Woodward, B., & Taylor, E. (2018). Do social comparisons in academic settings relate to gender and academic self-confidence? Social Psychology of Education, 21(3), 677–690. https://doi.org/10.1007/s11218-018-9434-1
Santrock, J. W. (2007). Remaja (Edisi Kese). Erlangga.
Sarwono. (2011). Psikologi Remaja. NJ Rajawali Press.
Selviana, S., & Yulinar, S. (2022). Pengaruh Self Image dan Penerimaan Sosial terhadap Kepercayaan Diri Remaja yang Mengunggah Foto Selfie di Media Sosial Instagram. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial …, 6(74), 37–45. https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-humaniora/article/download/1483/1209
Silfana, M. N. (2016). Perbedaan citra diri antara memakai jilbab dengan konsisten dengan memakai jilbab tidak konsisten pada mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) di UIN Walisongo Semarang. UIN Walisongo.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta, CV.
Wahyuni, S., & Fahrudin, A. (2020). Hubungan Citra Diri Dengan Kepercayaan Diri Klien Yang Mengalami Gangguan Skoliosis Di Masyarakat Skolisosis Indonesia. 1, 107–126.
DOI: https://doi.org/10.24114/konseling.v14i1.48103
Article Metrics
Abstract view : 210 timesPDF - 128 times
Copyright (c) 2023 Ni Komang Avelia Mahendra Putri, Ni Luh Indah Desira Swandi
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.