Pengaruh Dukungan Sosial Suami Terhadap Regulasi Emosi Ibu Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus
Abstract
Ibu yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sering menghadapi tantangan pengasuhan yang kompleks, seperti ketidaksesuaian antara harapan dan kondisi anak, tekanan ekonomi untuk memberikan terapi, serta kesulitan menerima keadaan anak. Kondisi ini kerap memicu emosi negatif sehingga ibu membutuhkan dukungan sosial, terutama dari suami, untuk membantu mengelola emosi secara lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dukungan sosial suami terhadap regulasi emosi ibu yang memiliki ABK di Kota Pontianak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan melibatkan 100 responden ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Instrumen yang digunakan adalah skala Likert dukungan sosial dan skala Likert regulasi emosi. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,554 dan nilai F sebesar 176.542. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial suami memberikan pengaruh sebesar 54% terhadap regulasi emosi ibu. Dengan demikian, terdapat pengaruh positif antara dukungan sosial suami dan kemampuan regulasi emosi ibu yang memiliki ABK di Kota Pontianak. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang dalam menerima dukungan sosial suami (60%) dan dalam kemampuan regulasi emosi (78%). Temuan ini menegaskan pentingnya peran dukungan pasangan dalam membantu ibu menghadapi tekanan emosional terkait pengasuhan anak berkebutuhan khusus.References
Azwar, S. (2017). Metode Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Asnarita & Lambause, A. (2024). Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Penerimaan Diri Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Molino. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1(2), 52-58.
Desiningrum, R. (2016). Buku Ajar Psikologi Perkembangan Anak. Semarang: UPT Undip Press.
Greenberg, L. S. (2015). Emotion-Focused Therapy Coaching Clients to Work Through Their Feelings. Washington, D.C: American Psychological Association.
Gross, J. J. (2014). Handbook of Emotion Regulation. New York, London: The Guilford press.
Gross, J. J., & Thompson, R.A. (2007). Emotion Regulation Conceptual. Handbook of Emotion Regulation. New York: Guilford Publication.
House, J. S. (1981). Work Stress and Social Support. Addison-Wesley Publishing Company, Inc. Philippines.
Insani, U., & Itsna, I. (2024). Gambaran Regulasi Emosi Orangtua Dengan Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 15(02), 29-36.
John, O. P., & Gross, J. J. (2004). Healthy and Unhealthy Emotion Regulation: Personality Processes, Individual Differences, and Life Span Development. In P. Philippot & R. S. Feldman (Eds.), The regulation of emotion (pp. 3–24). Lawrence Erlbaum Associates.
Legawati. (2018). Asuhan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Malang: Penerbit Wineka Media.
Manurung, N., Manurung, S., & Manurung, R. (2024). Vasektomi dan Tubektomi dalam Perspektif suami, Sosio Demografi dan Sosial Budaya. Jakarta: Penerbit Guepedia.
Mubariroh, A. Z. (2024). Pengaruh Attachment terhadap Regulasi Emosi Remaja di SMP Negeri 7 Malang.
Nugroho, F. (2023). Buku Edukasi Pengasuhan Anak dengan Disabilitas. Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah.
Pohan, A., Juandina, A., Gulo, A., Mirza, R., & Nasution, M. (2023). Gambaran Regulasi Emosi pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan, 6(1), 1-12.
Pradana, A. P., & Kustanti, E. R. (2017). Hubungan Antara Dukungan Sosial Suami dengan Psychological Well-Being Pada Ibu yang Memiliki Anak Autisme. Jurnal Empati, 6(2), 83-90.
Qodariah, L., Pebriani, L., & Ashriyana, R. (2022). Memahami Emosi Manusia: Perkembangan Emosi pada Bayi dan Anak. Bandung: Penerbit Alumni.
Rahma, R., Dayati, U., Wahyuni, S., & Desyanty, E. (2022). Peran Ibu dan Dukungan Sosial dalam Mencegah Penularan COVID-19 klaster keluarga. Jakarta: CV Bayda Cendekia Indonesia.
Rizkiana, L. (2019). Hubungan Antara Dukungan Sosial Orangtua dengan Regulasi Emosi pada Siswa Kelas VIII MTSN Bawu Jepara. Jurnal Empati (Vol. 8, Issue 1).
Safaria, T., Saputra, N., & Arini, D. (2022). Nomophobia. Yogyakarta: UAD Press.
Sarafino, E. P, & Smith, T. W. . (2011). Health psychology : Biopsychosocial Interactions. (7th ed.) Amerika Serikat: John Wiley & Sons, Inc.
Taylor, S. E. (2018). Health Psychology (10th ed.) New York: McGraw Hill Education.
Uchino, B. N. (2014). Social Support and Physical Health. In Social Support and Physical Health. USA: Yale University Press.
Wilantika, R., Aisyah Pringsewu, U., Yani No, J. A., Tambak Rejo, A., Pringsewu, K., & Pringsewu, K. (2023). Hubungan Antara Regulasi Emosi dengan Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu. Journal on Education, 06(01).
Wulan, D. K., & Chotimah, K. (2017). Peran Regulasi Emosi dalam Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri Usia Dewasa Awal. Jurnal Empati, 4(1)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Putri Amanda, Widya Lestari, Rizki Fitlya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

