PENGARUH WORK-LIFE BALANCE DAN PSYCHOLOGICAL DETACHMENT TERHADAP EMOTIONAL EXHAUSTION PADA KARYAWAN BUTIK PUSPITA KEBAYA SALATIGA
DOI:
https://doi.org/10.24114/ak89a837Keywords:
Work-life Balance, Psychological Detachment, Emotional Exhaustion, KaryawanAbstract
Emotional exhaustion merupakan kondisi kelelahan emosional akibat tekanan kerja yang berlangsung secara terus-menerus sehingga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance dan psychological detachment terhadap emotional exhaustion pada karyawan Butik Puspita Kebaya Salatiga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Populasi penelitian berjumlah 64 karyawan dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Likert yang disusun berdasarkan teori Greenhaus dan Allen untuk work-life balance, teori Sonnentag dan Fritz untuk psychological detachment, serta teori Maslach dkk. untuk emotional exhaustion. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 27 melalui uji deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance dan psychological detachment secara simultan berpengaruh signifikan terhadap emotional exhaustion dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan nilai F sebesar 91,680. Secara parsial, work-life balance memiliki pengaruh negatif signifikan dengan nilai t sebesar -9,216 dan signifikansi 0,000 < 0,05, sedangkan psychological detachment memiliki pengaruh negatif signifikan dengan nilai t sebesar -2,078 dan signifikansi 0,042 < 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,742 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 74,2% terhadap emotional exhaustion.
References
Anoraga, Pandji. 2009. Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.
Agustina, T. S., & Martinah, M. (2025). The Impact of Negative Work Gossip on Employee Performance and Emotional Exhaustion. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 13(3), 1375–1386. https://doi.org/10.37641/jimkes.v13i3.3190
AIA. (2024). AIA Live Better Study. https://www.aia.com.sg/en/about-aia/media-centre/press-releases/2024/aia-live-better-study-2024-believe-that-more-needs-to-be-done-to-boost-mental-health.
Azwar, S. (2020). Penyusunan Skala Psikologi. Pustaka Pelajar.
Costin, A., Roman, A. F., & Balica, R.-S. (2023). Remote work burnout, professional job stress, and employee emotional exhaustion during the COVID-19 pandemic. Frontiers in Psychology, 14. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1193854
Fatika, R. A. (2024). Gangguan kesehatan mental yang paling dikhawatirkan orang Indonesia 2024. GoodStats.
Greenhaus, J. H., & Allen, T. D. (2011). Work-family balance: A review and extension of the literature. American Psychological Association.
Hobfoll, S. E. (1989). Conservation of resources: A new attempt at conceptualizing stress. American Psychologist, 44(3), 513–524. https://doi.org/10.1037/0003-066X.44.3.513
Indraswari, N. M. A., Supartha, W. G., & & Dana, D. I. M. (2024). Pengaruh Persepsi Tuntutan Pekerjaan Terhadap Emotional Exhaustion Yang Dimediasi Oleh Self-Undermining Di Pt. Xyz. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(3).
JobStreet, Boston Consulting Group, & The Network. (2023). Survei menunjukkan bahwa para pekerja di Indonesia memprioritaskan work life balance dan pengembangan jenjang karir di pascapandemi. SEEK.
Lamuri, A., Shatri, H., Umar, J., Sudaryo, M. K., Malik, K., Sitepu, M. S., Saraswati, Muzellina, V. N., Nursyirwan, S. A., Idrus, M. F., Renaldi, K., & Abdullah, M. (2023). Burnout dimension profiles among healthcare workers in Indonesia. Heliyon, 9(3), e14519. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e14519
Lestaluhu, M., Soetiksno, A., & Aponno, E. H. (2023). Pengaruh Kelelahan Emosional Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Administrasi Terapan, 2(2), 560-569. https://www.ejournal-polnam.ac.id/index.php/JAT/article/view/2137
Marks, S. R., & MacDermid, S. M. (1996). Multiple roles and the self: A theory of role balance. Journal of Marriage and the Family, 58(2), 417–432. https://doi.org/10.2307/353506
Maslach, C., Schaufeli, W. B., & Leiter, M. P. (2001). Job Burnout. Annual Review of Psychology, 52(1), 397–422. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.52.1.397
Mufidiyani, S. M. (2022). Pengaruh Constant Connectivity terhadap Kesejahteraan pada Karyawan yang Dimediasi Psychological Detachment (Studi pada Anandam Computer Yogyakarta). Skripsi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. https://e-journal.uajy.ac.id/28349/
Nurhabiba, M. (2020). Social support terhadap work-life balance pada karyawan. Cognicia, 8(2), 277–295. https://doi.org/10.22219/cognicia.v8i2.13532
Sari, A. D. P., Rostiana, R. R., & Lie, D. S. (2018). peran psychological detachment sebagai moderator hubungan stres kerja dan kinerja. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1(2), 370–380. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v1i2.916
Sari, R. M., Sari, K., & Hardi. (2025). Pengaruh Kepemimpinan Etis Terhadap Kelelahan Emosional Dengan Work Autonomy Sebagai Variabel Mediasi Pada Kantor Wilayah Bkkbn Provinsi Riau. Manajemen Sumberdaya Manusia (Amnesia), 3(1).
Sonnentag, S., & Fritz, C. (2007). The Recovery Experience Questionnaire: Development and validation of a measure for assessing recuperation and unwinding from work. Journal of Occupational Health Psychology, 12(3), 204–221. https://doi.org/10.1037/1076-8998.12.3.204
Wulansari, O. D. (2023). Narrative Literature Review: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Work-Life Balance. Psychopreneur Journal, 7(1), 15–28. https://doi.org/10.37715/psy.v7i1.3404
Yuliawati, L. (2024). Tetap Waras Dan Bahagia di Dunia Kerja: Refleksi di Tengah Kesibukan (Wardaya Marina, Ed.). Universitas Ciputra.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Livia Sania Dewi Ayuni, Ahmad Minan Zuhri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

