PENANGANAN DAN PENCEGAHAN CEDERA OLAHRAGA TAHAP AWAL
DOI:
https://doi.org/10.24114/jd8jyw53Abstract
Perkembangan olahraga rugby di Kabupaten Karawang menunjukkan tren peningkatan jumlah klub dan partisipasi atlet, namun belum diimbangi dengan sistem pencatatan cedera (injury surveillance) dan protokol penanganan cedera tahap awal yang terstandardisasi di tingkat klub. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik dan jenis cedera, tingkat pengetahuan, serta praktik penanganan cedera tahap awal pada atlet rugby di Kabupaten Karawang. Subjek penelitian adalah 30 atlet rugby aktif dari klub Rugby Kabupaten Karawang, dipilih dengan teknik total sampling. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berbasis prinsip PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation) dan pedoman surveilans cedera World Rugby, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia di bawah 20 tahun (80,0%) dengan pengalaman latihan di atas satu tahun (73,3%). Jenis cedera yang paling banyak dialami adalah sprain pergelangan kaki (26,7%), diikuti cedera lutut (23,3%) dan strain hamstring (20,0%). Tingkat pengetahuan atlet mengenai penanganan cedera tahap awal sebagian besar berada pada kategori cukup (43,3%), diikuti kategori baik (40,0%) dan kurang (16,7%). Dapat disimpulkan bahwa cedera pada bagian tungkai bawah masih mendominasi cedera atlet rugby Karawang, sementara tingkat pengetahuan penanganan cedera tahap awal belum sepenuhnya optimal, sehingga diperlukan edukasi PRICE, program pemanasan dinamis, dan functional movement screening secara berkala untuk mendukung upaya pencegahan cedera pada klub rugby di Karawang.
Kata Kunci: Rugby, Penanganan Cedera Tahap Awal, Pencegahan Cedera, PRICE, Karawang




