Tinjauan Bentuk dan Fungsi Musik pada Seni Pertunjukan Ketoprak Dor

Panji Suroso

Abstract


This article reviews the form and function of music at the Ketoprak Dor show that grew and developed in the land of Deli North Sumatra as a culture owned by the Javanese Deli community group. Departing from the phenomenon of the existence of the performance of Ketoprak Dor art in several areas inhabited by the majority of Javanese in the villages around Deli plantations, it led the author to begin to explore the problem of musical elements as one of the most important parts of this performance. Based on the study conducted by the author, it is indicated that the elements that form the Ketoprak Dor show have their own uniqueness, and can be distinguished from similar art in the island of Java. The forming elements of the show are: elements of dance, literature, fashion, stage, theater, motion and dance and elements of music have their own characteristics, and are very different from the ketoprak that is on the island of Java. On this occasion the author only specializes in the discussion of musical elements in the Ketoprak Dor performance art, which is about how the form of music and its function in the Ketoprak Dor performance art.

Keywords


Dor Ketoprak, Music Form, Music Function

Full Text:

PDF

References


Barbara (2008). Contesting Culture Embacing Change Hatley, ‘Kethoprak in the Time of Motion-Village Origins”, dalam Japanese Performances on an Indonesia Stage, Singapore: Australian Association of Asian Studies/NUS Press,

Danandjaja, J, (1994). Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Dharsono, S.K. (2004). Memahami Seni dan Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.

Hardjowirogo, M. (1984). Manusia Jawa. Jakarta: Idayu Press.

Hariadi, S. (2015). “Studi Deskriptif Ketoprak Dor Pada Upacara Adat Perkawinan Jawa di Kelurahan Jati makmur, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.” Skripsi S-1 Etnomusikologi, FIB USU.

Hatta, M, (2000). Membangun Budaya Melalui Kesenian.

Lisbijanto, H. (2013). Ketoprak. Yogyakarta: Graha Ilmu

Merriam, A.P. (1964). The Anthropology of Music. Evaston Ill: Northwestern University Press.

Murgiyanto, S, (1996). "Cakrawala Pertunjukan Budaya: Mengkaji Batas dan Arti Pertunjukan." dalam Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia th. VII. Yogyakarta: MSPI dan Yayasan Benteng Budaya.

Nettl, B. (1973). Folk and Tradltional Music of Western Continent. New Jersey: Prentice Hall.

Reid, A. (1987). Perjuangan Rakyat dan Revolusi Hancurnya Kerajaan di Sumatera. Jakarta: Sinar Harapan.

Said, M. (1990). Koeli Kontrak Tempo Doeloe: Dengan Derita dan Kemarahannya. Medan: PT. Harian Waspada.

Satoto. B.H. (1984). Simbolisme Dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita.

Sedyawati, E. (1981). Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan

Soedarsono. R.M., (1985). “Peranan Seni Budaya Dalam Sejarah Kehidupan Manusia. Kontinuitas dan Perubahannya.” Pidato Pengukuhan Jabartan Guru Besar Faklultas Sastra UGM.

Subanar, B. (2006). “Sebuah Geliat dalam Dunia Ketoprak Jaman Ini Makna Simbol dan Fungsi Seni Pertunjukan di Tengah Perubahan Jaman.” Makalah disajikan pada Diskusi Sejarah Seni Pertunjukan yang diselenggarakan oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta, Kalasan 17-18 Mei 2006.

Sudyarsana, H.K. (1989). Keberadaan Ketoprak, Masalah dan Tantangannya. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tk. I Jawa Tengah dalam Pengkajian Kehidupan Kesenian Tradisioanl, Yogyakarta. Bandung. 1989.

Sugiarti, T. (1989). “Ketoprak Dor: Perkembangan, Fungsi dan Tantangannya Di Sumatera Utara (1920-1985).” Skripsi S-1 Sejarah FIB USU Medan.

Sukada, A. (2008). Ketoprak Menjaga Budaya Dengan Perubahan. Malang: FISIP Universitas Muhammadiyah Malang.

Suroso, P. (2012). Ketoprak Dor Di Helvetia, Unimed perss.

Syani, A. (1994). Skematika Teori dan Terapan. Jakarta: Bumi Akasara.

Ulya, C. (2011). ”Kajian Historis dan Pembinaan Teater Tradisional Ketoprak: Studi Kasus di Kota Surakarta.” Tesis Pascasarjana Universitas Negeri Sebelas Maret.

Widayat, A. (2001). Ketoprak: Seni Pertunjukan dan Seni Sastranya, Media Menuju Konteks Multikultural.




DOI: https://doi.org/10.24114/gondang.v2i2.11283

DOI (PDF): https://doi.org/10.24114/gondang.v2i2.11283.g10202

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya
Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan
Universitas Negeri Medan, Jalan Willem Iskandar, Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/DGD dan Email: gondang@unimed.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

p-ISSN : 2599 - 0594, e-ISSN: 2599 - 0543