PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIRTUAL REALITY (VR) PADA TINGKAT SATUAN SMA BERBASIS LOCAL WISDOM SUMATERA UTARA

Wahyu Tri Atmojo, Panji Suroso, Sitti Rahmah

Abstract


Studi ini ingin mengkaji konsep pembelajaran seni budaya dengan menggunakan media Virtual Reality (VR) pada tingkat satuan SMA berbasis Lokal Wisdom Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan atau yang lebih dikenal dengan Research & Development (R&D). Penelitian pengembangan digunakan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk dari penelitian ini berupa model pembelajaran seni budaya berbasis kearifan lokal Sumatera Utara dengan menggunakan media Virtual Reality (VR). Dalam penelitian ini dihasilkan konsep yaitu : 1) Pembelajaran dengan menggunakan media Virtual Reality (VR) merupakan suatu sistem pembelajaran dimana dalam proses belajar mengajarnya dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Istilah Information and Communication Technology (ICT) adalah segala bentuk teknologi (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses, menangkap, mentransmisikan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data sebagaimana adanya dengan sangat jelas. Dalam hal ini dunia pendidikan dapat memanfaatkan dan menghadirkan komponen sumber belajar yang lebih nyata dan mengandung materi instruktional dilingkungan pembelajaran dalam berbentuk teknologi informasi dan komunikasi secara langsung di ruang belajar. 2) Kearifan lokal merupakan cara orang bersikap dan bertindak dalam menanggapi perubahan dalam lingkungan fisik dan budaya. Suatu gagasan konseptual yang hidup dalam masyarakat, tumbuh dan berkembang secara terus menerus dalam kesadaran masyarakat dari yang sifatnya berkaitan dengan kehidupan yang sakral sampai dengan yang profan. Kearifan lokal atau local wisdom dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat lokal yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.


Keywords


pembelajaran, seni budaya, virtual reality, kearifan lokal.

Full Text:

PDF

References


Ahmad, Zainal Arifin, (2012). Perencanaan Pembelajaran, dari Desain sampai Implementasi. Yogyakarta : PT. Pustaka Insan Madani.

Allen, Michael. (2013). Michael Allen’s Guide to E-learning. Canada : John Wiley & Sons.

Arikunto, S. (2009). Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

Arnita. (2016). Pengantar Statistika. Bandung : Citapustaka Media Perintis.

Hamdani, (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.

Holmes, Thomp. (2008). Electronic and Experimental Musik and Culture. New York: Routledge.

John, Dewey. Teori E-Learning Menurut Beberapa Cendekiawan. Di kutip 20 September 2019 dari Silabus : https://www.silabus.web.id/e-learning/

Kemendiknas. (2011). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Jakarta : Balitbang dan Puskur.

Khairil, dkk (2021). Budaya dan Kepariwisataan Sumut. Medan: FBS Unimed Press.

Kothari C.R, (2004). Research Methodology: Methods & Techniques, 3rd revised Ed. India: Jaipur – University of Rajasthan.

Marcyzk, Geoffrey R. (2005). Essentials of Research Design and Methodology. New Jersey: John Wiley and Sons, Inc.

Nazir, Moh. (2005). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Pangestika, F. Y., & Yanuartuti, S. (2020). Pembelajaran mandiri seni tari melalui konten youtube sebagai inovasi pembelajaran masa kini. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 4(2), 144-151.

Pasaribu, B (2004). Pluralitas musik etnik : Batak-Toba, Mandailing, Melayu, pakpak-Dairi, Angkola, Karo, Simalungun. Medan: Pusat Dokumentasi dan Pengkajian Kebudayaan Batak, Universitas HKBP Nommensen.

Purnomo, E., & Nugraheni, T. (2019). Pengembangan Modul Tari Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Menengah Tari. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 3(2), 119-127.

Ritonga, D. I., Satria, T. D., & Mulya, A. Implementation of Open Broadcaster Software Studio in Music Performance Management Through Live Streaming. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 5(2), 204-212.

Rumapea, M. E. M. (2019). Tantangan pembelajaran musik pada era digital. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 3(2), 101-110.

Rusman, (2012). Model-model Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers.

Rusman., Deni Kurniawan., Cepi Riyana. 2011. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada.

Sugiyono, (2008). Metode penelitian bisnis. Bandung : Alfabeta.

Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sugiyono, (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatifdan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sukardi, (2015). Metodologgi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta : Bumi Aksara.

Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (cet. 15). Bandung : Alfa Beta.

Suroso, P. (2018). Tinjauan Bentuk dan Fungsi Musik pada Seni Pertunjukan Ketoprak Dor. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 2(2), 66-78.

Suroso, P., Ritonga, D. I., Wiflihani, W., Mukhlis, M., & Satria, T. D. (2020). The Repertoire of Traditional Malay Ensemble as a Source of Violin Practice Learning Material. Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal, 3(4), 1750-1758.

Wardhana, Yana, 2010. Teori Belajar dan Mengajar. Bandung: Pribumi Mekar

Zamroni. (1992). Pengantar Pengembangan Teori Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.




DOI: https://doi.org/10.24114/gondang.v6i1.35852

Article Metrics

Abstract view : 368 times
PDF - 177 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Follow us on instagram @jurnalgondang