PERAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA DI ERA DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.24114/jmpsd.v2i4.72350Kata Kunci:
Pancasila, karakter bangsa, era digital, pendidikan karakter, etika digitalAbstrak
Era digital membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial, proses pembelajaran, dan pembentukan karakter, khususnya pada generasi muda. Pancasila sebagai dasar ideologi negara memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan relevansi nilai-nilai Pancasila dalam pembentukan karakter bangsa di era digital serta mengidentifikasi tantangan dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan dengan Pancasila, pendidikan karakter, dan masyarakat digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial, tetap relevan sebagai pedoman etika dalam kehidupan digital, terutama dalam menghadapi permasalahan seperti hoaks, cyberbullying, degradasi moral, dan rendahnya kesadaran sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan karakter berbasis Pancasila dalam dunia pendidikan untuk membentuk warga digital yang beretika, bertanggung jawab, dan berjiwa kebangsaan.Referensi
Andrianus, R., Romadlon, S., Ariesta, S., & Mahpudin, T. (2024). Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Era Digital. Jurnal Inovasi Pendidikan, 7(12), 327-333.
Aprilliyana, A. E., et al. (2024). Peran Pemuda Digital dalam Mewujudkan Bela Negara Modern di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media, 5(2), 45-60.
Budi, S. (2021). Etika Berkomunikasi di Dunia Digital: Menjaga Nilai Kemanusiaan dalam Interaksi Media Sosial. Jurnal Komunikasi Indonesia, 15(3), 220-235.
Faturrahman, A. (2023). Penerapan Pancasila di Era Digital: Tantangan dan Peluang. Kompasiana.
Handayani, P. (2022). Partisipasi Digital dalam Proses Demokrasi: Relevansi Pancasila dalam Era Digital. Jurnal Politik dan Sosial, 9(2), 189-202.
Itsna, M., & Rofi’ah, N. (2021). Penerapan Nilai-Nilai Pancasila untuk Mengatasi Dampak Negatif Teknologi pada Anak. Jurnal Studi Masyarakat, 3(1), 15-25.
Kaelan, P. (2013). Pancasila dalam Konteks Sosial dan Politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
McLuhan, M. (1964). Understanding Media: The Extensions of Man. (Konsep "Global Village" yang menyatakan bahwa teknologi menyatukan masyarakat dalam satu jaringan informasi global).
Nugroho, H. (2021). Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila di Era Globalisasi. Jurnal Filsafat Indonesia, 19(3), 120-133.
Permana, A. (2023). Implementasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bagi Peserta Didik di Era Digital. Pelita: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia, 3(1), 18-22.
Postman, N. (1985). Amusing Ourselves to Death (Analisis dampak media terhadap perubahan budaya dan pola pikir masyarakat).
Pramana, D. (2022). "Pentingnya Beretika Bagi Generasi Muda Indonesia." Padek Jawapos. Tersedia di:[https://padek.jawapos.com/opini/amp/2363754903/pentingnya-beretika bagi- generasi-muda-indonesia]
Putra, M. (2019). Penggunaan Teknologi dalam Perspektif Etika dan Nilai Ketuhanan. Jurnal Etika Teknologi, 4(1), 105-118.
Raharjo, S. (2020). Pancasila sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa di Tengah Pluralitas. Jurnal Sosial dan Budaya, 16(2), 88-97.
Raharjo, S. (2023). Penguatan Ideologi Pancasila untuk Generasi Milenial. Bandung: Alfabeta.
Ratih, L. D., & Najicha, F. U. (2021). Wawasan Nusantara Sebagai Upaya Membangun Rasa Dan Sikap Nasionalisme Warga Negara : Sebuah Tinjauan Literatur. Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 59–64. https://doi.org/10.33061/jgz.v10i2.5755
Shirky, C. (2010). Cognitive Surplus: Creativity and Generosity in a Connected Age (Bagaimana teknologi memungkinkan masyarakat lebih aktif dalam perubahan sosial).
Sumarno, H. (2020). Digital Divide dan Keadilan Sosial dalam Era Digital: Perspektif Pancasila.
Jurnal Sosial dan Pembangunan, 12(2), 80-92.
Sunstein, C. R. (2017). #Republic: Divided Democracy in the Age of Social Media (Bagaimana algoritma media sosial memperkuat polarisasi dalam masyarakat).
Turkle, S. (2011). Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other (Bagaimana teknologi membuat manusia semakin terisolasi secara emosional).
Wibowo, A., & Fadli, I. (2020). Polarisasi di Media Sosial: Menjaga Persatuan dalam Konteks Digital. Jurnal Sosial Politik, 5(1), 45-60.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Iqbal, Ruth Lumbantoruan, Ocha Tondang, Hertati Sitanggang, Alpida Sari, Anggun Ronauli, Shaniya Bangun

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: (1) Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC-BY-SA) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal; (2) Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal; (3) Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website), as it can lead to productive exchanges, as well greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



































