The Relationship Between Physical Activity and Stress Levels with the Incidence of Diabetes Mellitus in the Working Area of Semanding Health Center, Tuban Regency
DOI:
https://doi.org/10.24114/0frsns27Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan dipengaruhi oleh faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik dan tingkat stres. Aktivitas fisik yang rendah dan stres berkepanjangan dapat memicu peningkatan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan aktivitas fisik dan tingkat stres dengan kejadian diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control dengan sampel 194 responden yang terdiri dari 97 kasus dan 97 kontrol yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire dan tingkat stres menggunakan Depression Anxiety Stress Scale. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas fisik (p=0,001) dan tingkat stres (p=0,000) berhubungan dengan kejadian diabetes melitus. Disimpulkan bahwa peningkatan aktivitas fisik dan pengelolaan stres penting dalam pencegahan diabetes melitus.

