Relationship Between Food Acceptability and Food Service Satisfaction with Food Waste in the Free Nutritious Meal Program at MTs 1 Tuban
DOI:
https://doi.org/10.24114/564btn66Keywords:
daya terima makanan, kepuasan pelayanan, makan bergizi gratis, sisa makananAbstract
Sisa makanan merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan makanan institusi. Tingginya sisa makanan pada program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah menunjukkan bahwa asupan gizi siswa belum terpenuhi secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan daya terima makanan dan kepuasan pelayanan makanan terhadap sisa makanan pada Program MBG di MTs Negeri 1 Tuban. Desain penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 272 siswa kelas VII, VIII, dan IX dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data daya terima dan kepuasan pelayanan dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan sisa makanan diukur dengan metode Comstock. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan mayoritas siswa memiliki daya terima yang baik, yakni 41,2% menyatakan puas dan 37,1% sangat puas. Sebesar 78,3% siswa memiliki sisa makanan dalam kategori sedikit (<20%) dan 21,7% masuk kategori banyak (≥20%). Terdapat hubungan signifikan antara daya terima makanan dengan sisa makanan (r = -0,763; p = 0,000) dan antara kepuasan pelayanan makanan dengan sisa makanan (r = -0,625; p = 0,000). Daya terima dan kepuasan pelayanan makanan berperan penting dalam menekan sisa makanan. Peningkatan variasi menu dan kualitas pelayanan diperlukan untuk mengoptimalkan keberhasilan program MBG
References
Bakri, B., Intiyati, A., & Widartika. (2018). Sistem penyelenggaraan makanan institusi. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan Kemenkes RI.
Eka P., R. (2021). Gambaran daya terima makanan dan kepuasan terhadap pelayanan makanan di SMA Pribadi Bilingual Boarding School Bandung. Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman, 5(1), 11–20.
Ifyanti, A. M., Nuryani, & Rauf, S. (2024). Faktor-faktor yang memengaruhi sisa makanan pada penyelenggaraan makan institusi. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 20(3), 120–131.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman pelayanan gizi rumah sakit. Jakarta: Kemenkes RI.
Kusumawati, D. (2021). Manajemen penyelenggaraan makanan institusi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Lestari, R., Hartini, S., & Sari, D. K. (2023). Indikator keberhasilan penyelenggaraan makanan di institusi pendidikan. Jurnal Ilmu Gizi, 14(2), 75–84.
Marfuah, D., Ristanti, R., & Mastuti, W. (2022). Tingkat sisa makanan pada program pemberian makan siswa sekolah di Jawa Tengah. Media Gizi Indonesia, 17(1), 45–53.
Mastuti, W., Ristanti, R., & Marfuah, D. (2025). Sistem penyelenggaraan makanan institusi modern. Surabaya: Airlangga University Press.
Miko, A., & Arrisa, M. (2023). Kepuasan konsumen terhadap penyelenggaraan makanan dan hubungannya dengan sisa makanan. Aceh Nutrition Journal, 8(1), 38–47.
Nuryani, N., Rahmawati, S., & Pratama, A. D. (2021). Daya terima makanan dan faktor penentunya pada kelompok remaja sekolah. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 9(2), 88–97.
Putri, R. A., & Andriani, M. (2023). Analisis sisa makanan dan hubungannya dengan daya terima siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia, 12(1), 30–39.
Shinta, D. A., & Fauziah, L. F. (2024). Rata-rata sisa makanan santri putri dan faktor yang memengaruhinya. Jurnal Kesehatan dan Gizi Nusantara, 6(2), 101–110.
Velawati, V., Noor, M. S., & Rahmi, F. (2021). Ketidakpuasan terhadap kualitas makanan dan hubungannya dengan sisa makanan santri pondok pesantren. Jurnal Kesehatan Masyarakat Mandiri, 4(3), 142–151.
Wulandari, N., Setiawan, B., & Anugrah, P. (2021). Kepuasan pelayanan makanan dan pengaruhnya terhadap konsumsi pangan remaja. Jurnal Gizi Indonesia, 44(2), 115–124.
Yulinar, Y. (2020). Hubungan daya terima makanan dengan sisa makanan di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kabupaten Banyuasin. Nutrire Diaita, 12(2), 55–64.

