Aransemen Vokal Sebagai Identitas O.K Congrock 17 di Semarang

Fauziah Zahrotul, Abdul Rachman

Abstract


O. K Congrock 17 merupakan Orkes Kroncong kreatif di Semarang yang memberikan sajian yang berbeda dari grup musik keroncong lainnya. O. K Congrock 17 menginovasi musik keroncong salah satunya dengan membuat aransemen vokal pada setiap penampilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakan aransemen vokal yang menjadi identitas O. K Congrock 17 sebagai sebuah orkes keroncong kreatif di kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Congrock 17 adalah grup musik  keroncong yang memiliki identitas sebagai grup musik keroncong yang menampilkan format musik yang menarik karena disertai dengan aransemen vokal yang dinyanyikan dalam bentuk vokal grup. Aransemen vokalnya berupa (1) Pembagian suara menjadi tiga suara atau triad, (2) Teknik Cannon, dan (3) Penambahan lirik. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa aransemen vokal menjadi identitas O. K Congrock 17 untuk mereduksi anggapan mengenai kesan musik keroncong yang tidak kekinian dan tidak cocok bagi kalangan remaja khususnya di Semarang.

Keywords


Aransemen vokal, Identitas, Musik, Keroncong, Congrock 17, Semarang

Full Text:

PDF

References


A’yun, Wildan Qurrata; Rachman, A. (2019). “Keroncong in Jamaican Sound” Sebuah Inovasi Dalam Melestarikan Musik Keroncong di Bandung. Jurnal Seni Musik Unnes, 8(1).

Abel, G., Furi, A., & Utomo, U. (2019). The Identity of Congrock 17 Semarang Group : Postcolonial Studies. Catharsis: Journal of Arts Education, 8(3), 306–312.

Asriyani, N., & Rachman, A. (2019). Enkulturasi Musik Keroncong Oleh O. K Gema Kencana Melalui Konser Tahunan di Banyumas. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan Dan Pendidikan Musik, 1(November), 74–86.

Banoe, P. (2003). Kamus Musik. Kanisius Press.

Darini, R. (2012). KERONCONG: DULU DAN KINI. Mozaik Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 6(1), 19–31.

Ferzacca, S., Hickey, M., & Bunnell, T. (2012). Deep Sound , Country Feeling : Kroncong Music in a Javanese Neighbourhood. 180.

Ganap, V. (2011). Krontjong Toegoe. Badan Penerbit Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Henry, N. (2017). DISKURSUS PELESTARIAN SENI BUDAYA KERONCONG. Jurnal Sosiologi Dilema, 32(2), 52–63.

Hirabayashi, E. (2009). Identity, Roles and Practice in Ritual Music. International Jurnal of Community Music, 2(1).

Hirzi, A. T. (2005). Mengomunikasikan Musik kepada Anak. Mediator Jurnal Komunikasi, 56, 201–210.

Jazuli, M. (2001). Metode Penelitian Kualitatif. UNNES Press.

Linggasari., T. S. A. (2017). Kreativitas Guru Dalam Pembelajaran Musik di Taman Kanak-kanak (TK) Kemala Bhayangkari 2 Boyolali. Seni Musik Unnes, 6(2), 56–65. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsm

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Pamungkas, F. A. (2017). Penerapan Pelatihan Kanon Sebagai Upaya Peningkatan Kepekaan Harmoni Anggota Paduan Suara di SMA Negeri 1 Rembang. GEMA: Jurnal Pendidikan Seni Musik, 6(1).

Prasetyo, W. E. (2018). Pembentukan Identitas Kelompok Pada Grup Musik Keroncong Liwet di Kota Surabaya. Jurnal Unair - Universitas Airlangga, 7(1).

Qurrata A’yun, W., & Rachman, A. (2019). “Keroncong in Jamaican Sound” Sebuah Inovasi dalam Melestarikan Musik Keroncong di Bandung. Jurnal Seni Musik Unnes, 8(1).

Rachman, Abdul; Utomo, U. (2019). The Rhythm Pattern Adaptation of Langgam Jawa in Kroncong. Dvances in Social Science, Education and Humanities Research, Volume 276 2nd International Conference on Arts and Culture (ICONARC 2018), 276(Iconarc 2018), 99–101.

Rachman, A. (2007). Musik Tradisional Thong-thong Lek di Desa Tanjungsari Kabupaten Rembang. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 8, 4–10.

Rachman, A. (2013). Bentuk dan Analisis Musik Keroncong Tanah Airku Karya Kelly Puspito. HARMONIA - Jurnal Pengetahuan Dan Pemikiran Seni, 13(1), 69–77.

Rachman, A., & Lestari, W. (2012). BENTUK ARANSEMEN MUSIK KERONCONG ASLI KARYA KELLY PUSPITO DAN RELEVANSINYA BAGI REMAJA DALAM MENGEMBANGKAN MUSIK KERONCONG ASLI. Catharsis: Journal of Arts Education, 4(2), 123–129.

Rachman, A., & Pribadi, S. E. (2019). Kroncong Music in Semarang: A Process of Enculturation. IJAL: IC ADRI 23- ICUTK, June Pattaya – Thailand, 4(2), 1–9. https://drive.google.com/drive/folders/1vlRHgCoi07hYzJnY3T9ywS8VjWSJdB8d

Rachman, A., & Utomo, U. (2018). “Sing Penting Keroncong”: Sebuah Inovasi Pertunjukkan Musik Keroncong di Semarang. Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni, 3(1).

Ramadhani, F. A., & Rachman, A. (2019). Resistensi Musik Keroncong di Era Disrupsi: Studi Kasus pada O.K Gita Puspita di Kabupaten Tegal. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan Dan Pendidikan Musik, 1(1), 41–51.

Resty Ayunda, P., Gustina, S., & Virgan, H. (2013). GAYA MENYANYI PADA MUSIK KERONCONG TUGU ( ANALISIS GAYA SAARTJE MARGARETHA MICHIELS ) SINGING STYLE IN MUSIC OF KERONCONG TUGU ( ANALYSING OF SAARTJE MARGARETHA MICHIELS ’ S SINGING ) STYLE ) Pinta. E-Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia, 1(3).

Salim, D. (2009). “Psikologi Musik” (p. 322).

Setiyawan, K. B. (2018). Keroncong : Musik dan Identitas. September, 0–17.

Suharsimi, A. (1993). Manajemen penelitian. In Jakarta: Rineka Cipta.

Sulestiyorini, C. R. (2013). KREATIVITAS DAN FUNGSI MUSIK KERONCONG (STUDI KASUS PADA GRUP MUSIK KERONCONG KASELA BERGEMA). Universitas Negeri Semarang.

Victor Ganap. (2006). Pengaruh Portugis pada Musik Keroncong. Jurnal Harmonia Pengetahuan Dan Pemikiran Seni, II(2), 93–99.

Wuryanto, L. R., Rohidi, T. R., & Tarwiyah, T. (2016). YEN ING TAWANG ANA LINTANG: KASUS BENTUK MUSIK KERONCONG GROUP CONGROCK 17 DI SEMARANG. Catharsis : Journal of Arts Education, 5(2), 79–83.




DOI: https://doi.org/10.24114/gondang.v4i1.17951

Article Metrics

Abstract view : 476 times
PDF - 335 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Follow us on instagram @jurnalgondang