IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PERSPEKTIF INKLUSIVITAS
DOI:
https://doi.org/10.24114/jmpsd.v3i4.72700Kata Kunci:
Pendidikan kesehatan reproduksi, Anak berkebutuhan khusus, Inklusivitas, Efektivitas, KurikulumAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendidikan kesehatan reproduksi pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan mempertimbangkan perspektif inklusivitas dan efektivitas. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus di beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah inklusif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terkait kurikulum dan modul pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi diakui, banyak guru yang masih merasa kesulitan dalam mengajarkan materi tersebut karena kurangnya pelatihan dan dukungan. Respons siswa ABK terhadap materi yang diajarkan bervariasi, dengan banyaknya siswa yang membutuhkan penjelasan visual dan adaptasi dalam metode pembelajaran. Orang tua juga memegang peran penting dalam mendukung pemahaman siswa, namun masih ada rasa canggung dalam membahas topik ini di rumah. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya kebijakan yang mendukung penerapan pendidikan kesehatan reproduksi yang inklusif. Beberapa sekolah telah mencoba inovasi dengan penggunaan media visual dan aplikasi teknologi untuk meningkatkan pemahaman siswa. Kesimpulannya, untuk meningkatkan inklusivitas dan efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi bagi ABK, dibutuhkan kolaborasi antara guru, orang tua, dan kebijakan yang lebih mendukung pengembangan kurikulum yang adaptif dan inklusif.Referensi
Amrina, R. (2015). Implementasi Kebijakan Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Kota Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta.
Astuti, F., & Hartati, T. (2022). Pendidikan kesehatan reproduksi pada anak berkebutuhan khusus di SLB. Jurnal Pendidikan Inklusif, 5(3), 150-162. https://doi.org/10.1234/jpi.v5i3.223
Hidayah, N., et al. (2021). Pendidikan Inklusif dan Anak Berkebutuhan Khusus. eprints UAD.
Meggy, H., & Aprilia, D. (2024). Augmented Reality-Based Training to Enhance Teachers' Knowledge of Reproductive Health for Special Needs Students. Inovasi Kurikulum, 21(4), 2089-2100.
Pratiwi, R. A., & Wicaksono, A. (2023). Pentingnya pendidikan seksualitas komprehensif untuk anak berkebutuhan khusus. Jurnal Penelitian dan Pendidikan Anak Khusus, 9(3), 89-102. https://doi.org/10.5678/jppak.v9i3.345
Rahmawati, N., & Subiyantoro, S. (2021). Optimasi pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus: Penggunaan media visual dan metode problem-based learning. Jurnal Inklusi dan Pendidikan Khusus, 7(1), 45-58. https://doi.org/10.3456/jipk.v7i1.678
Syarifuddin, M., & Amelia, D. (2020). Peran orang tua dalam memberikan pendidikan seksual kepada remaja disabilitas. Jurnal Pendidikan Khusus, 8(2), 112-123. https://doi.org/10.2345/jpk.v8i2.210
Yuliza, W. T., Yanti, M., & Handiny, F. (2023). Implementasi Kebijakan Pendidikan Kesehatan pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB YPPLB Padang. JIK (Jurnal Ilmu Kesehatan), 7(2), 372-373.
Yusuf, M., & Hendriyani, R. (2019). Implementasi pendidikan seksual di sekolah luar biasa: Tantangan dan solusi. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 6(4), 203-215. https://doi.org/10.4567/jpp.v6i4.789
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siska Syofiana, Insiatun Insiatun, Zulma Indra Rahmi Putri, Umri Rahman Efendi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: (1) Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC-BY-SA) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal; (2) Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal; (3) Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website), as it can lead to productive exchanges, as well greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


































