ANALISIS HASIL TES FISIK ATLET TAEKWONDO PPLP GORONTALO
DOI:
https://doi.org/10.24114/pp7e8183Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil kondisi fisik atlet taekwondo putra dan putri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui serangkaian tes dan pengukuran. Subjek penelitian adalah seluruh atlet Taekwondo PPLP Gorontalo yang berjumlah 6 orang atlet, terdiri atas empat perempuan dan dua laki-laki, berusia 14-17 tahun, dengan tinggi badan 157-169 cm dan berat badan 44-53 kg. Komponen yang diukur meliputi kecepatan (lari 20 m), kelincahan (agility shuttle run 8x), fleksibilitas (sit and reach), daya ledak tungkai (standing broad jump), kekuatan dan daya tahan otot lengan (push up), kekuatan dan daya tahan otot perut (sit up), daya tahan anaerobik (lari 300 m), serta kapasitas aerobik maksimal (VO2Max). Hasil pengukuran menunjukkan variasi yang cukup besar antar atlet. Waktu lari 20 m berkisar 3,41-5,89 detik dan shuttle run 11,22-17,4 detik. Fleksibilitas berkisar 32-54 cm, sedangkan daya ledak tungkai pada standing broad jump berkisar 150,5-230 cm. Hasil push up berkisar 20-34 kali dan sit up 22-40 kali. Waktu lari 300 m berkisar 49-90,2 detik, dan VO2Max berada pada rentang Level 4 B 3 hingga Level 12 B 7. Atlet putra berusia 17 tahun mencatat hasil terbaik pada shuttle run, fleksibilitas, lari 300 m, dan VO2Max, sedangkan atlet putri berusia 17 tahun unggul pada lari 20 m, standing broad jump, dan push up. Atlet termuda (14 tahun) cenderung menunjukkan capaian terendah pada sebagian besar komponen. Secara umum, atlet yang lebih senior menunjukkan performa fisik yang lebih baik, terutama pada daya tahan kardiorespirasi dan daya ledak, meskipun terdapat variasi individu pada komponen lain.
Kata kunci: Taekwondo, Kebugaran jasmani, atlet remaja, VO2Max, tes fisik




